Berita Bekasi Nomor Satu
Bisnis  

Dorong Pelestarian Penyu, BCA Bersama 100 Pelajar Gelar Edukasi dan Pelepasan Tukik di Banyuwangi

Direktur BCA, Lianawaty Suwono (kanan), turut melapas penyu saat mengikuti kegiatan edukasi pelestarian penyu dan pelepasliaran tukik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026). FOTO: DOKUMEN BCA

RADARBEKASI.ID, BEKASI –  PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melalui payung program creating shared value (CSV) Bakti BCA kembali mempertegas komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati Indonesia. Berkolaborasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), BCA menggelar rangkaian kegiatan edukasi pelestarian penyu dan pelepasliaran tukik di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (5/8/2026).

Acara yang diselenggarakan dalam rangka Gerakan Nasional 24 Tahun APU-PPT (Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme) ini dihadiri langsung oleh Deputi Analisis dan Pemeriksaan PPATK Danang Tri Hartono dan Direktur BCA Lianawaty Suwono. Kegiatan ini berlangsung di dua lokasi, yakni Sekretariat Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) dan Pantai Villa So Long.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan fasilitas Intan Ruang di Sekretariat BSTF untuk melihat secara langsung inovasi inkubator buatan yang mendukung konservasi penyu. Pada saat bersamaan, BCA menggelar sesi edukasi lingkungan yang melibatkan sekitar 100 pelajar di Banyuwangi.

Para pelajar diajak memahami pentingnya menjaga ekosistem pesisir melalui dongeng interaktif yang mengenalkan kehidupan penyu, sekaligus mengajarkan cara-cara sederhana untuk ikut menjaganya. Seperti kegiatan mewarnai tote bag ramah lingkungan sebagai kampanye pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pelepasan tukik ke habitat alaminya.

Direktur BCA, Lianawaty Suwono mengungkapkan, kolaborasi dengan BSTF dan PPATK menunjukkan bahwa upaya pelestarian lingkungan membutuhkan konsistensi, kolaborasi, dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, komunitas, pemerintah dan generasi muda.

Dalam hal ini, BCA percaya bahwa upaya menjaga kelestarian lingkungan akan memberikan dampak yang lebih besar apabila dilakukan secara kolaboratif dan berkelanjutan.

“Melalui kerja sama yang telah terjalin, kami tidak hanya mendukung konservasi penyu melalui inovasi dan riset, tetapi juga mengajak generasi muda untuk memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut dan peduli terhadap kelestarian ekosistem pesisir,” ucap Lianawaty dalam keterangan tertulis yang diterima Radar Bekasi.

Sejalan dengan itu, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn menyatakan, bahwa inisiatif Bakti BCA terhadap kelestarian lingkungan telah lama diwujudkan melalui berbagai inisiatif di bawah pilar Bakti Lingkungan.

“Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BCA dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), sekaligus menciptakan manfaat sosial dan lingkungan bagi masyarakat Indonesia. Kami berharap kolaborasi lintas sektor ini dapat terus menginspirasi masyarakat luas untuk bersama menjaga keanekaragaman hayati Indonesia,” ujar Hera.

Puncak acara ditandai dengan pelepasliaran 1.300 tukik ke habitat alaminya di Pantai Villa SoLong. Tukik yang dilepasliarkan merupakan bagian dari hasil partisipasi nasabah dan pengunjung pada BCA Expoversary 2026 melalui inisiatif 10 Bottles for 1 Egg, yang mengajak masyarakat mengumpulkan 10 botol plastik bekas untuk dikonversi menjadi pendanaan mendukung penyelamatan satu telur penyu.

Pada kesempatan yang sama, BCA dan PPATK juga menyerahkan Intan Box kepada Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF). Intan Box tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan BSTF di lokasi-lokasi konservasi penyu lain yang menghadapi tantangan serupa, sehingga inovasi yang telah dikembangkan di Banyuwangi dapat diterapkan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Sebagai tindak lanjut dari edukasi yang diberikan, BCA menyerahkan masing-masing tiga unit tempat sampah terpilah kepada dua sekolah peserta, SDN 1 Lateng dan SDN Kepatihan. Tempat sampah tersebut dibuat menggunakan material hasil daur ulang kaleng bekas, sehingga tidak hanya dapat dimanfaatkan untuk membiasakan pemilahan sampah di lingkungan sekolah, tetapi juga memperkenalkan bahwa material bekas masih dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat.

“Kampanye yang mengajak masyarakat untuk mengumpulkan 10 botol plastik untuk berkontribusi terhadap pelepasan satu ekor anak penyu (tukik), yang dirancang untuk mengurangi timbunan sampah plastik dan mengajak masyarakat peduli kelestarian ekosistem laut,” tambah Hera.

BCA telah menjalin kerjasama dengan BSTF sejak 2016 untuk mendukung berbagai program konservasi penyu. Mulai dari pelepasliaran tukik, relokasi sarang penyu, penanaman pandan laut sebagai vegetasi, edukasi masyarakat hingga pengembangan teknologi inkubator buatan Intan Box dan Intan Ruang.

Hingga saat ini, BCA melalui Bakti BCA telah mendukung pelepasliaran lebih dari 63.000 tukik dan relokasi lebih dari 900 sarang telur penyu di tiga lokasi konservasi, yakni di Banyuwangi, Yogyakarta dan Bali. (bps/*)