RADARBEKASI.ID, BEKASI – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperkuat pemberdayaan masyarakat Desa BRILiaN Sanur Kaja, Denpasar, Bali, melalui keterlibatan 10 relawan BRI dalam program Relawan Bakti BUMN (RBB) Batch IX 2026.
Berlangsung pada 15-20 Agustus 2026, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dan mengoptimalkan potensi lokal melalui empat pilar utama, yakni ekonomi, pendidikan, lingkungan, serta kesehatan dan ketahanan pangan.
Program Relawan Bakti BUMN merupakan inisiatif Kementerian BUMN yang melibatkan insan BUMN untuk berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui kegiatan sosial dan pemberdayaan. Dalam pelaksanaannya di Bali, sebanyak 10 relawan BRI bergabung bersama 10 relawan BUMN untuk menjalankan rangkaian kegiatan di Desa BRILiaN Sanur Kaja dan sejumlah lokasi lainnya.
Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan keterlibatan BRI dalam Relawan Bakti BUMN merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat kehadiran dan kontribusi BRI di tengah masyarakat melalui pendekatan pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan.
“Bagi BRI, pemberdayaan masyarakat bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi bagaimana potensi yang sudah dimiliki masyarakat dapat diperkuat agar semakin produktif, mandiri, dan berkelanjutan. Melalui Relawan Bakti BUMN, insan BRI hadir secara langsung untuk berbagi pengetahuan, mendampingi masyarakat, sekaligus membangun kolaborasi yang dapat memberikan dampak lebih luas bagi lingkungan sekitar,” ujar Dhanny.
Pemilihan Desa BRILiaN Sanur Kaja sebagai salah satu lokasi kegiatan juga sejalan dengan potensi yang dimiliki desa tersebut. Sanur Kaja memiliki potensi ekonomi yang berasal dari sektor pariwisata, perdagangan penunjang pariwisata, UMKM khas Bali, hingga perikanan. Di sisi lain, desa ini memiliki struktur sosial yang kuat dengan pelestarian adat dan budaya yang menjadi bagian integral kehidupan masyarakat.
Karena itu, pendekatan yang dilakukan BRI tidak hanya berfokus pada pemberian sarana dan prasarana, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat. Melalui transfer pengetahuan, pendampingan langsung, pemanfaatan teknologi dan digitalisasi, serta dukungan fasilitas, program diarahkan agar masyarakat dapat mengoptimalkan potensi lokal sekaligus memperkuat aspek sosial dan lingkungan.
Pada pilar ekonomi, relawan BRI memberikan workshop UMKM serta pelatihan dengan materi yang diberikan mencakup penguatan identitas produk, strategi pemasaran digital, serta optimalisasi promosi untuk memperluas jangkauan pasar. Para relawan juga melakukan praktik langsung dan mendampingi pelaku UMKM dalam membuat konten promosi produk.
Sejumlah UMKM lokal yang terlibat antara lain usaha puding dan air kelapa, jus buah, bumbu rujak, kacang hijau, Griya Kristal, kacang asin, ceker, jamu, cangkruk kopi, florist, serta UMKM di Sentra UMKM Natah Antakara. Setelah kegiatan, materi foto, video, daily vlog, dan konten promosi juga disiapkan untuk mendukung penguatan branding dan pemasaran UMKM secara berkelanjutan.
Dukungan BRI juga diwujudkan melalui sejumlah sarana pendukung bagi Desa BRILiaN Sanur Kaja. Bantuan tersebut mencakup 13 unit table menu UMKM, lima unit tempat sampah pilah, 13 unit payung UMKM, signage area dan kios UMKM, delapan unit papan pembatas upacara keagamaan, 13 set meja kursi UMKM, papan pembatas parkir, satu unit motor roda tiga untuk kendaraan angkut sampah, serta signage informasi dan petunjuk desa wisata.
Pada pilar pendidikan, relawan BRI terlibat langsung dalam kegiatan di SDN 02 Sanur Kaja yang memiliki 229 siswa. Kegiatan meliputi kelas inspirasi bagi siswa kelas 4-6, perlombaan bagi siswa kelas 1-3, serta edukasi mengenai makanan sehat dan bergizi. Kelas inspirasi juga diarahkan untuk memperkenalkan berbagai profesi di lingkungan BUMN sekaligus memberikan pengalaman belajar yang interaktif bagi para siswa.
Untuk memperkuat dukungan terhadap sarana pendidikan, BRI turut memberikan bantuan berupa empat unit proyektor serta satu paket cat dan renovasi lapangan olahraga di SDN 02 Sanur Kaja.
“Pendekatan yang kami lakukan adalah memastikan bahwa setiap kegiatan memiliki manfaat yang dapat diteruskan. Karena itu, selain aktivitas bersama masyarakat, kami juga memberikan dukungan berupa pengetahuan, pendampingan, dan sarana yang dapat digunakan dalam jangka lebih panjang. Harapannya, masyarakat dapat melanjutkan praktik baik yang telah dibangun selama program,” tambah Dhanny.
Sementara itu, pada pilar lingkungan, BRI mendorong keterlibatan masyarakat melalui kegiatan Jaga Sungai, Jaga Kehidupan serta edukasi pengelolaan sampah. Relawan dan masyarakat melakukan aksi bersih sungai, memilah sampah berdasarkan jenisnya, serta mendapatkan edukasi mengenai hubungan ekosistem sungai, laut, dan kawasan pesisir. Kegiatan juga dilengkapi kampanye untuk mengurangi penggunaan plastik dan membangun komitmen bersama menjaga kebersihan lingkungan.
Sebagai bagian dari penguatan pengelolaan lingkungan, BRI memberikan satu unit motor roda tiga kepada TPS3R Desa Sanur Kaja beserta sejumlah perlengkapan pendukung seperti sarung tangan, sepatu bot, kantong sampah, capit sampah, timbangan sampah, tempat sampah terpilah, dan papan komitmen “Sungai Bersih”.
Pada pilar kesehatan dan ketahanan pangan, relawan terlibat dalam program BRI Bertani di Kota bersama KWT Kota Pala. Kegiatan mencakup penyemaian dan pemanenan sayuran, pengembangan produk turunan hasil pertanian, serta pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Pendekatan urban farming ini diarahkan untuk mendorong pemanfaatan lahan terbatas secara produktif, meningkatkan ketahanan pangan, sekaligus membuka peluang ekonomi berbasis pertanian skala rumah tangga.
Rangkaian kegiatan RBB Batch IX 2026 di Bali juga menjadi momentum kolaborasi antara BRI, BUMN, pemerintah daerah, sekolah, pelaku UMKM, komunitas, dan masyarakat. Rangkaian program akan ditutup melalui kegiatan inaugurasi Relawan Bakti BUMN pada 19 Agustus 2026 di Pantai Matahari Terbit, yang turut diisi dengan penyerahan bantuan BRI kepada masyarakat dan Desa Sanur Kaja serta apresiasi bagi para relawan.
Melalui program tersebut, BRI terus mendorong pendekatan pemberdayaan yang tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi diarahkan untuk meninggalkan pengetahuan, kapasitas, fasilitas, dan praktik baik yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan. (*)











