Berita Bekasi Nomor Satu

Hadapi Era Digital, TP PKK Kabupaten Bekasi Dorong Orangtua Perkuat Pola Asuh Anak

FOTO BERSAMA: Plt Ketua TP PKK Kabupaten Bekasi, Nia Yuniawati Asep, foto bersama dengan jajaran saat menghadiri lomba PAAREDI Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026 yang diselenggarakan TP PKK Kabupaten Bekasi melalui Pokja I di Aula KH Noer Ali, Kamis (27/8). FOTO: DOKPIM PEMKAB BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bekasi terus mendorong penguatan peran keluarga dalam membentuk karakter serta pola asuh anak dan remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Upaya tersebut diwujudkan melalui Lomba Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026 yang diselenggarakan TP PKK Kabupaten Bekasi melalui Pokja I di Aula KH Noer Ali, Kamis (27/8).

Plt Ketua TP PKK Kabupaten Bekasi, Nia Yuniawati Asep, mengatakan perkembangan era digital telah membawa dinamika baru dalam kehidupan keluarga. Anak-anak dan remaja kini tumbuh di tengah derasnya arus informasi sehingga membutuhkan pendampingan orang tua yang semakin adaptif.

“Era digital membawa dinamika baru dalam kehidupan keluarga. Anak-anak dan remaja kita tumbuh di tengah derasnya arus informasi. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan untuk belajar dan berkreasi, tetapi di sisi lain terdapat berbagai risiko yang harus kita antisipasi bersama,” ujarnya.

SAMBUTAN: Plt Ketua TP PKK Kabupaten Bekasi, Nia Yuniawati Asep, memberikan sambutan saat menghadiri lomba PAAREDI Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026 yang diselenggarakan TP PKK Kabupaten Bekasi melalui Pokja I di Aula KH Noer Ali, Kamis (27/8). FOTO: DOKPIM PEMKAB BEKASI

Menurut dia, sejumlah tantangan seperti perundungan siber (*cyberbullying*), kecanduan gawai, hingga paparan konten negatif menjadi perhatian penting dalam pola pengasuhan anak dan remaja saat ini. Karena itu, orang tua perlu hadir bukan hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pendamping dan pembimbing anak dalam menggunakan teknologi.

“Potensi risiko seperti *cyberbullying*, kecanduan gawai, hingga paparan konten negatif menuntut kehadiran orang tua yang lebih sigap dan bijak,” katanya.

Nia menjelaskan, PAAREDI menjadi salah satu upaya untuk memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pola asuh yang sesuai dengan perkembangan zaman. Ia menilai keluarga memiliki posisi strategis sebagai lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak.

Oleh karena itu, penguatan pola asuh perlu dilakukan dengan pendekatan yang tidak hanya melindungi anak, tetapi juga membekali mereka agar mampu menghadapi perkembangan teknologi secara positif.

HADIR: Plt Ketua TP PKK Kabupaten Bekasi, Nia Yuniawati Asep, saat menghadiri lomba PAAREDI Tingkat Kabupaten Bekasi Tahun 2026 yang diselenggarakan TP PKK Kabupaten Bekasi melalui Pokja I di Aula KH Noer Ali, Kamis (27/8). FOTO: DOKPIM PEMKAB BEKASI

“Kita tidak bisa membentengi anak-anak kita dengan cara menutup diri dari teknologi, melainkan dengan membekali mereka dengan karakter, akhlak mulia, serta literasi digital yang kuat sejak dari rumah,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Nia mengapresiasi berbagai program unggulan yang ditampilkan TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Bekasi dalam Lomba PAAREDI Tahun 2026. Menurut dia, keberagaman program tersebut menunjukkan kreativitas dan kepedulian TP PKK di setiap wilayah dalam menjawab tantangan pengasuhan anak dan remaja.

“Yang paling membanggakan pada penyelenggaraan lomba PKK tahun ini adalah hadirnya berbagai program unggulan dari setiap kecamatan. Saya sangat mengapresiasi keberagaman inovasi yang telah dirancang dan dijalankan oleh Tim Penggerak PKK Kecamatan se-Kabupaten Bekasi,” tuturnya.

Ia mengatakan setiap wilayah memiliki karakteristik, tantangan, serta kearifan lokal yang berbeda. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi TP PKK Kecamatan untuk mengembangkan pendekatan dan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat masing-masing.

“Setiap wilayah memiliki karakteristik, tantangan, dan kearifan lokal tersendiri, yang kemudian melahirkan gagasan-gagasan kreatif dalam pendampingan anak dan remaja,” jelas Nia.

Ia berharap program unggulan yang ditampilkan masing-masing kecamatan dapat menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi wilayah lainnya. Dengan demikian, inovasi yang telah terbukti memberikan manfaat dapat dikembangkan lebih luas di Kabupaten Bekasi.

“Saya berharap program unggulan yang ditampilkan oleh satu kecamatan dapat menjadi inspirasi bagi kecamatan lainnya, sehingga kebermanfaatannya tereskalasi ke seluruh penjuru Kabupaten Bekasi,” ujarnya.

Nia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pengurus TP PKK Kabupaten Bekasi, Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Bekasi beserta jajaran, serta seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap seluruh peserta dapat menampilkan program unggulan masing-masing dengan penuh percaya diri dan semangat kebersamaan.

“Tampilkanlah program unggulan kecamatan masing-masing dengan penuh percaya diri dan semangat kebersamaan. Kepada dewan juri, saya juga mengucapkan selamat menjalankan tugas penilaian secara objektif, cermat, dan konstruktif,” tandasnya. (and/adv)