Berita Bekasi Nomor Satu

Masker N95 Mendadak Rp180 Ribu, Nana Mirdad Bongkar Harga Asli dan Sentil Pedagang Curang

Potret Nana Mirdad. Foto: Instagram @nanamirdad_

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Penyebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau membuat masker medis mulai banyak diburu masyarakat. Kondisi tersebut rupanya turut menjadi perhatian Nana Mirdad. Ia merasa prihatin setelah mengetahui harga masker yang mengalami kenaikan secara drastis di tengah situasi bencana.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya mengungkapkan bahwa abu vulkanik dari aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda telah terbawa ke atmosfer dan menyebar ke sejumlah wilayah. Sebaran abu tersebut mencakup lima provinsi, yakni Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, hingga Bengkulu.

Luas wilayah yang terdampak abu vulkanik dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari ketinggian kolom erupsi, lamanya erupsi berlangsung, hingga banyaknya material vulkanik yang dikeluarkan. Kondisi angin juga turut menentukan ke mana abu tersebut bergerak.

Di tengah situasi tersebut, pemerintah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Namun, bagi warga yang memiliki keperluan mendesak dan tetap harus beraktivitas di luar ruangan, penggunaan masker dan kacamata dianjurkan sebagai perlindungan dari paparan abu vulkanik.

Imbauan tersebut kemudian membuat permintaan terhadap masker meningkat. Masker N95 menjadi salah satu jenis yang banyak dicari karena dinilai dapat memberikan perlindungan lebih baik terhadap partikel berukuran kecil, termasuk debu dan abu vulkanik.

Namun, meningkatnya permintaan justru memunculkan persoalan baru. Sejumlah masyarakat mengeluhkan harga masker yang mendadak meroket. Di media sosial, netizen ramai membagikan pengalaman mereka ketika harus membeli masker dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan sebelumnya.

Fenomena tersebut turut disoroti Nana Mirdad. Melalui akun Threads pribadinya, istri Andrew White itu mengungkapkan kekesalannya terhadap penjual yang menaikkan harga masker secara tidak wajar.

Baca Juga: Rumah Irish Bella Ikut Terdampak Abu Vulkanik, Anak-anak Langsung Dilarang Main di Luar

Nana menyebut dirinya menemukan masker yang sebelumnya dijual sekitar Rp12.000, tetapi harganya kemudian melonjak hingga Rp180.000 untuk satu buah. Menurutnya, kenaikan tersebut sangat berlebihan, terlebih terjadi ketika masyarakat sedang menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

“Agak gila juga di saat rakyat banyak yang kesusahan lihat brand penjual masker proper malah naikin harga jadi 180 ribuan per biji. Sementara paginya masih dijual di harga 12 ribu aja,” tulis Nana Mirdad dikutip dari akun Threads @nanamirdad_, seperti dikutip pada Senin (7/9/2026).

Jika dibandingkan dengan harga awal, Rp180.000 berarti mencapai 15 kali lipat dari harga Rp12.000. Artinya, harga masker tersebut mengalami kenaikan sekitar 1.400 persen.

Nana pun menilai tindakan menaikkan harga secara ekstrem ketika masyarakat sedang membutuhkan masker merupakan sesuatu yang tidak seharusnya dilakukan.

“Memang, jualan tujuannya profit. Tapi tidak usah securang ini pada saat bencana kali ya,” ujar Nana Mirdad.

Nana juga mengaku cukup mengetahui kisaran harga masker dari distributor. Hal itu lantaran suaminya, Andrew White, bekerja di perusahaan yang memiliki masker N95 sebagai salah satu produk dalam daftar penjualannya.

Karena mengetahui harga distributor tersebut, Nana merasa kenaikan harga secara tiba-tiba hingga ratusan ribu rupiah tidak masuk akal.

“Kebetulan suami saya juga salah satu product list di perusahaannya adalah masker N95 jadi harga distributornya saya tau persis berapa. Mark up spontan kaya gini ngga berperikemanusiaan,” tegasnya.

Unggahan Nana kemudian mendapat respons dari banyak pengguna media sosial. Sejumlah netizen mengaku sepakat dengan pendapatnya dan ikut menyoroti kenaikan harga masker di tengah kondisi darurat.

Tak sedikit pula masyarakat yang mengaku kesulitan mendapatkan masker setelah abu vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke sejumlah wilayah. Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap alat pelindung diri, khususnya masker, semakin meningkat. (mna)