RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membangun taman dengan landmark bernuansa Pura Bali di tepian Kalimalang Jalan KH Noer Ali. Selain landmark, taman tersebut akan dilengkapi area duduk, jalur pedestrian, dan penghijauan.
Saat ini, pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) tersebut masih berlangsung. Penataan kawasan ini diyakini dapat mempercantik wajah kota sekaligus membuat warga lebih nyaman beraktivitas di ruang terbuka. Namun, warga mengingatkan aspek keamanan perlu menjadi perhatian setelah taman tersebut selesai dibangun.
“Kalau sudah ditata, sudah bagus, mungkin nanti ramai, tinggal keamanannya saja dijaga, jangan sampai dimanfaatin buat hal-hal yang nggak beres,” kata warga yang sehari-hari beraktivitas di Jalan KH Noer Alie, Badrun (60).
Menurut Badrun, ruang terbuka yang tertata rapi dan nyaman sering kali menjadi sasaran tangan jahil yang merusak fasilitas. Selain itu, aktivitas kumpul-kumpul yang tidak terkontrol juga berpotensi mengganggu keamanan dan kenyamanan warga.
Selama ini, area di bawah kolong Tol Becakayu tersebut memang tidak banyak digunakan untuk aktivitas masyarakat. Hanya pejalan kaki yang sesekali melintas di kawasan itu.
“Mungkin nanti kalau sudah jadi bisa rame, orang bisa nongkrong di sebrang, orang bisa ambil keuntungan, tapi ada juga yang negatif. Kan bisa saja,” tambahnya.
Pantauan kemarin siang, aktivitas pekerja terlihat di sejumlah titik sepanjang Jalan KH Noer Alie. Penataan pedestrian saat ini telah mencapai kawasan Jakasampurna, Bekasi Barat. Pemkot Bekasi berencana melanjutkan penataan pedestrian hingga perbatasan wilayah DKI Jakarta.
Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan terdapat dua lokasi pedestrian yang akan ditata dengan konsep tematik, yakni di depan Pura Tirta Buana Bekasi dan Masjid Al Azhar. Saat ini, konsep tematik tersebut baru terlihat di kawasan depan Pura.
“Yang dekat Pura nanti kita mau bikin semacam ornamen Bali, kita juga minta perbaikan yang ada di Al Azhar sehingga ornamennya juga mungkin nuansanya lebih islami,” katanya belum lama ini.
Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi Idi Sutanto membenarkan penataan pedestrian akan dilakukan hingga perbatasan wilayah DKI Jakarta. Sesuai arahan Wali Kota Bekasi, beberapa titik akan ditata dengan konsep tematik.
“Pak wali ingin ke depan itu taman di bawah kolong tol Becakayu sampai ke batas DKI kita tata,” katanya.
Untuk mempercantik area pedestrian di sepanjang jalan KH Noer Alie ini, pihaknya juga akan memastikan bantuan yang rencananya diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Ke depan kita mau dapat bantuan provinsi sampai ke Sumber Artha untuk penataan itu, tapi ini sedang kita pastikan dulu,” tambahnya. (sur)











