RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pelaksana Tugas (Plt) Bekasi Asep Surya Atmaja meminta bantuan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau KDM untuk menangani kondisi Kali Cilemahabang yang menghitam pekat dan berbau tak sedap.
Asep mengaku persoalan Kali Cilemahabang cukup berat untuk ditangani sendiri. Selain berlangsung sejak lama, persoalannya juga berkaitan dengan aktivitas kawasan industri dan melintasi sejumlah wilayah.
“Saya udah minta bantuan ke Pak KDM. ‘Pak KDM, tolong dong dibantu dong.’ Kayaknya ini kan berat banget, satu kawasan masalahnya,” ungkap Asep.
Menurutnya, kondisi Kali Cilemahabang bukan persoalan baru. Pencemaran sungai tersebut telah berlangsung lintas kepemimpinan bupati.
“Memang dari saya kuliah pun, jaman Bupati Pak Sa’duddin juga udah hitam, terus dari jaman Bu Neneng Hasanah Yasin, abang saya (Eka Supria Atmaja), Dani Ramdan, Marjuki, Pak Dedi,” ujarnya.
Asep berharap persoalan tersebut dapat dituntaskan sehingga kondisi air Kali Cilemahabang kembali bersih. Ia ingin kondisi kali tersebut bisa berubah seperti penataan yang dilakukan di kawasan Pasar SGC.
“Saya pengin memecahkan itu biar jadi bening. Biar sama dengan Pasar SGC,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemkab Bekasi telah melakukan penataan di sejumlah sungai dan saluran sekunder. Langkah tersebut dilakukan melalui penertiban bangunan liar hingga normalisasi dengan melibatkan sejumlah instansi.
Asep menyebut penataan telah dilakukan di Kali Cikarang dan Kali Kendal. Pemkab Bekasi juga berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT), serta dinas terkait.
“Kemarin Kali Kendal, nah ini udah kita rapihin,” katanya.
Selain persoalan kebersihan sungai, normalisasi juga dilakukan untuk menjaga pasokan air ke lahan pertanian dan mengantisipasi kekeringan. Asep mengatakan dampak normalisasi mulai dirasakan petani setelah sejumlah jaringan pengairan diperbaiki.
“Sekarang udah mulai pasokan air,” pungkasnya. (ris)











