RADARBEKASI.ID, BEKASI – Hari pertama pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di SMP Negeri 14 Kota Bekasi akibat sebaran sisa debu vulkanik Gunung Anak Krakatau diwarnai gangguan jaringan internet.
Kepala SMPN 14 Kota Bekasi, Endang Martin, mengungkapkan kendala teknis tersebut terjadi lantaran sebanyak 24 rombongan belajar (rombel) menggelar pembelajaran daring secara bersamaan dengan menggunakan jaringan internet yang sama.
”Di hari pertama tentu tidak terlepas dari kendala persiapan hingga pelaksanaan. Karena 24 rombongan belajar (rombel) menggelar Zoom bersamaan, koneksi internet sempat mengalami lag dan terputus,” ujar Endang di lokasi SMPN 14 pada Selasa, (8/9/2026).
Meski begitu, Endang menyampaikan kendala tersebut berusaha diatasi dengan menyesuaikan posisi guru untuk mendapatkan koneks jaringan interneti di area sekolah.
“Nah, tadi itu dicoba secara interaktif, ya karena masalah internet sehingga ada beberapa kendala. Tapi alhamdulillah dipindah kelas jadi lancar. Artinya tergantung posisi di mana guru pendamping berada, itu menentukan juga. Kalau dia pas posisinya, maka internetnya lancar,” ungkapnya.
Ia menyebut kegiatan proses belajar mengajar sejatinya tetap berlangsung di tengah kesulitan jaringan dan mengacu pada jadwal harian normal seperti biasanya.
“Alhamdulillah sih PJJ bisa dilaksanakan dengan baik, dan masalah kendala itu ya hal yang wajar dan normatif. Artinya apalagi di hari pertama,” ucapnya.
Menurutnya, PJJ di SMPN 14 Kota Bekasi secara umum akan terus melakukan evaluasi dan optimalisasi jaringan agar proses pembelajaran daring pada hari berikutnya berjalan lebih lancar.
“Tapi walaupun demikian mudah-mudahan tidak menjadi kendala ke esok dan hari lainnya. Semoga semuanya bisa berjalan lancar dalam melakukan PJJ ini,” pungkasnya. (zak)











