Berita Bekasi Nomor Satu

Jembatan CBL Akhirnya Diperbaiki, Rampung 17 November 2026

SEDANG DIPERBAIKI : Pengendara melintasi jembatan CBL di Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Selasa (15/9). FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kekhawatiran warga yang setiap hari melintasi Jembatan Cikarang Bekasi Laut (CBL) di Kampung Cikarang Jati, akhirnya mendapat respons. Akses yang sebelumnya memprihatinkan akibat kerusakan jalan penghubung dan pagar pembatas kini tengah diperbaiki agar lebih aman dilintasi pengendara.

Jembatan sepanjang 21 meter dan lebar 7 meter yang berada di depan Bendung BSH-0 Cibitung itu merupakan jalur utama penghubung Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, dengan Desa Sukajaya, Kecamatan Cibitung. Keberadaannya penting bagi mobilitas warga dari sejumlah wilayah, mulai Cikarang Barat, Cibitung hingga Cikarang Utara.

Seorang warga Perumahan Puri Lestari, Desa Sukajaya, Desi Angrum (30), mengaku bersyukur atas perbaikan jembatan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

“Alhamdulillah Jembatan CBL bisa diperbaiki tahun ini, yang sebelumnya sangat mengkhawatirkan dengan kondisi besi sebagian sudah hilang dan korosi. Takutnya membahayakan pengguna jalan yang lewat,” ungkap Desi, Selasa (15/9).

Menurutnya, pembenahan jembatan tersebut berdampak langsung terhadap kenyamanan aktivitas harian masyarakat di kawasan permukiman sekitar, termasuk warga Perumahan Grama Puri dan Puri Lestari.

“Saya berterima kasih sudah merespons apa yang menjadi harapan masyarakat yang sudah lama diharapkan. Dengan perbaikan jembatan tersebut, mobilitas semakin lancar dan ini juga mendukung konektivitas warga antar-desa bahkan antar-kecamatan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembangunan Jembatan Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi, Amin, mengatakan perbaikan juga dilakukan pada jalan pendekat atau oprit jembatan dengan menggunakan teknologi cor fast track.

Teknologi tersebut memungkinkan beton lebih cepat mengering sehingga jalan dapat kembali dilalui kendaraan tanpa harus menunggu proses pengeringan beton konvensional hingga 28 hari.

“Kalau coran standar butuh 28 hari atau empat minggu, sekarang bisa disingkat satu minggu, bahkan paling cepat tiga hari sudah bisa dilalui,” ujar Amin.

Ia menyebutkan, perbaikan jalan dan pembetonan ulang oprit telah rampung. Pengerjaan kini difokuskan pada pemasangan railing atau besi pembatas baru yang sesuai standar keselamatan.

Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan dengan pengaspalan, pembuatan lonengan, serta pengecatan. Seluruh tahapan tersebut ditargetkan rampung dalam dua minggu ke depan.

Amin menambahkan, pekerjaan yang menggunakan APBD Kabupaten Bekasi senilai Rp484.301.000 itu memiliki masa kontrak 90 hari kerja dan ditargetkan selesai pada 17 November mendatang. Pekerjaan dimulai sejak 20 Agustus lalu.

“Pekerjaan dipercepat dari kontrak yang sudah disepakati karena ini permintaan warga juga. Kami berkoordinasi dengan Kecamatan Cikarang Barat dan Cibitung, targetnya sekitar empat sampai lima minggu dari awal pekerjaan sudah selesai,” tutupnya. (ris)