RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi memasang penerangan jalan umum (PJU) dekoratif di sejumlah pintu masuk wilayah. Selain menerangi jalan, lampu berornamen khas daerah itu menjadi penanda bagi pengguna jalan yang memasuki Kabupaten Bekasi.
Kepala Bidang Sarana Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Bekasi, Deny Hendra Kurniawan, mengatakan PJU dekoratif sengaja dipilih untuk kawasan perbatasan. Pemasangan itu diharapkan memudahkan masyarakat mengenali wilayah Kabupaten Bekasi.
“Semua pintu masuk Kabupaten Bekasi kita pasang dekoratif untuk menandakan bahwa ini loh, sudah masuk Kabupaten Bekasi,” tutur Deny di Cikarang Pusat, Selasa (15/9).
PJU dekoratif antara lain terpasang di Jalan Raya Kebalen yang berbatasan langsung dengan Jalan Perjuangan, Teluk Pucung, Kota Bekasi.
Pemasangan juga dilakukan di sejumlah titik perbatasan lainnya. Di antaranya akses menuju Cileungsi melalui Jalan Raya Setu, perbatasan dengan Kota Bekasi melalui Jalan Raya Cijengkol, serta jalur Cimuning menuju Duku Bima dan Grand Wisata.
Selain itu, PJU dekoratif dipasang di kawasan Babelan dan Jembatan Marunda, Tarumajaya, yang berbatasan dengan Jakarta. Sementara dari arah Karawang, lampu tersebut ditempatkan di sepanjang jalan nasional serta kawasan Kalimalang Cibeet, Cikarang Timur.
Menurut Deny, desain tiang PJU mengadopsi model tiang putih milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bentuk itu kemudian dipadukan dengan ornamen khas Kabupaten Bekasi, seperti golok, logo daerah, dan motif batik Mega Mendung.
“Yang putih sama seperti PJU modelnya Provinsi Jawa Barat, cuma kita desain ganti golok sama logo Kabupaten Bekasi saja di atas. Yang masih kita pakai adalah batik Mega Mendungnya,” tambahnya.
Di luar kawasan perbatasan, PJU dekoratif turut dipasang di Jalan Raya Pilar Sukatani, Jalan Raya Industri dari depan Dishub hingga Samsat Cikarang Utara, depan STTD, Jalan Raya Kampung Utan Setu, serta kawasan flyover Wanajaya menuju Tol Cibitung-Cilincing.
Untuk tipe double dekoratif, pemasangan berada di kawasan SGC, mulai dari RS Hosana hingga Pilar di Jalan RE Martadinata. Titik lainnya berada di sepanjang Jalan Ki Hajar Dewantara menuju SMAN 1 Cikarang Utara.
Secara keseluruhan, pengadaan tahun ini mencakup 300 tiang single dekoratif, 50 tiang double dekoratif, 150 tiang single ornamen, serta 1.967 titik single stang yang menempel pada jaringan PLN. Khusus single stang, pemasangan dibagi hampir merata antara wilayah utara sebanyak 983 titik dan selatan 984 titik.
Sementara single ornamen diprioritaskan untuk ruas jalan yang belum memiliki utilitas PLN, salah satunya sepanjang Jalan Raya Kali CBL, Cibitung. Deny mengatakan pengerjaan masih berlangsung bertahap sesuai durasi kontrak, yakni 90 hingga 120 hari. Karena itu, sebagian tiang yang telah berdiri belum langsung menyala.
“Semua kegiatan di Dinas Perhubungan itu masih on progress. Jadi jangan ‘sudah dipasang nih, kok belum menyala’. Memang masih on progress,” pungkasnya. (ris)











