RADARBEKASI.ID, BEKASI – Puluhan ribu penerangan jalan umum (PJU) di Kota Bekasi masih boros energi. Dari total sekitar 68 ribu titik PJU yang terpasang, sebanyak 40 persen masih menggunakan lampu konvensional dan secara bertahap akan diganti dengan lampu LED.
Penggantian dilakukan karena lampu konvensional membutuhkan daya lebih besar. Sementara jaringan PJU yang masih dinilai layak tidak ikut diganti.
Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi Soenaryo Utomo mengatakan, rekondisi PJU dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan penggantian lampu.
“Itu secara bertahap akan kita lakukan rekondisi. Kalau jaringannya awet, tapi lampunya mau kita ganti karena boros dari sisi daya,” kata Soenaryo.
Menurut dia, setiap pemasangan PJU baru kini tidak lagi menggunakan lampu konvensional. Teknologi LED dipilih karena dinilai lebih hemat energi dan memiliki usia pakai lebih panjang.
“Sekarang untuk pemasangan PJU kita sudah tidak lagi menggunakan lampu konvensional, kita menggunakan lampu LED,” ujarnya.
Di sisi lain, persoalan penerangan di Kota Bekasi bukan hanya menyangkut penggantian lampu lama. Kebutuhan PJU baru di jalan lingkungan masih cukup besar.
Soenaryo mengatakan, ruas jalan protokol pada umumnya telah dilengkapi PJU. Fokus pelayanan kini mulai diarahkan ke jalan-jalan lingkungan yang masih membutuhkan penerangan.
“Jadi memang tingkat pelayanan kita sekarang itu sudah menyasar jalan-jalan lingkungan,” ucapnya.
Tahun ini, Dishub menargetkan pemasangan PJU baru sebanyak 868 titik yang tersebar di berbagai wilayah Kota Bekasi. Namun, jumlah tersebut masih jauh dari total kebutuhan PJU yang diperkirakan mencapai 120 ribu titik.
Artinya, selain mengejar penggantian puluhan ribu lampu konvensional, Pemkot Bekasi masih menghadapi pekerjaan besar untuk memenuhi kebutuhan penerangan di kawasan permukiman dan jalan lingkungan. (sur)











