Berita Bekasi Nomor Satu
Bisnis  

Dari Gerai Tunggal Menjadi 1.450 Cabang di 90 Kota: Perjalanan Rocket Chicken Membangun Ekosistem Kuliner Bersama BCA

BCA Dukung Rocket Chicken Meroket hingga Miliki Lebih dari 1.450 Gerai di 90 Kota Indonesia – Pemilik sekaligus CEO Rocket Chicken Nurul Atik mengembangkan bisnis restoran cepat saji asal Semarang ini dari satu gerai pada 2010 menjadi lebih dari 1.450 gerai yang tersebar di 90 kota di Indonesia. Dalam perjalanan bisnisnya, Rocket Chicken memanfaatkan dukungan layanan perbankan BCA, mulai dari kemudahan transaksi dan layanan payroll untuk bisnis hingga fasilitas pembiayaan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha. BCA terus berkomitmen mendampingi UMKM melalui solusi perbankan, pembinaan, dan akses pembiayaan guna mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Membangun bisnis kuliner di tengah persaingan yang ketat membutuhkan keberanian mengambil peluang, strategi yang tepat, serta kemampuan memahami kebutuhan konsumen. Prinsip tersebut mengiringi perjalanan Rocket Chicken, jaringan restoran cepat saji yang berkembang dari 1 gerai pada 2010 menjadi lebih dari 1.450 gerai di 90 kota di Indonesia. Dalam perjalanannya, dukungan layanan perbankan dari PT Bank Central Asia Tbk turut menjadi bagian dari upaya perusahaan memenuhi kebutuhan transaksi, pembiayaan, hingga pengelolaan operasional.

Pemilik sekaligus CEO Rocket Chicken Nurul Atik menceritakan, usaha ini dibangun sejak Februari 2010. Berawal dari sebuah gerai di Semarang, Jawa Tengah, ia mengembangkan bisnis ayam goreng dengan konsep waralaba (franchise) dan harga terjangkau. Seiring bisnis mulai menghasilkan pendapatan, Rocket Chicken mulai memanfaatkan layanan BCA untuk mendukung kebutuhannya.

“Sejak usaha mulai berjalan dan menghasilkan pendapatan, kami langsung menggunakan BCA. Saya merasa pelayanannya luar biasa. Bagi saya, pelayanan menjadi pertimbangan penting karena dalam menjalankan usaha, kemudahan bertransaksi dan mengelola keuangan sangat dibutuhkan,” kata Atik, saat diwawancarai di kediamannya di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (23/10).

Atik berkata, BCA juga memberikan dukungan melalui fasilitas pembiayaan untuk pengembangan usaha Rocket Chicken. Selain itu, pelatihan yang diberikan BCA turut memberikan tambahan pengetahuan bagi tim manajemen Rocket Chicken.

Nama Rocket Chicken dipilih karena Atik berharap bisnisnya dapat terus meroket dan berkembang. Sejak awal, ia membidik segmen konsumen menengah ke bawah yang dinilai memiliki potensi pasar luas di Indonesia. Strategi tersebut diwujudkan melalui penawaran harga terjangkau, pilihan menu beragam, serta pengembangan jaringan bertahap.

“Di awal, kami fokus membuat gerai ramai dan mengenalkan produk kepada konsumen dulu. Walaupun awalnya belum untung, yang penting ramai dulu. Setelah berjalan, kami mengevaluasi biaya dan harga agar usaha tetap sehat. Kami juga belajar bahwa pengembangan wilayah harus dilakukan dengan perhitungan, tidak sekadar membuka gerai di banyak kota,” ujar Atik.

Seiring ekspansi usaha, jumlah tenaga kerja Rocket Chicken meningkat signifikan. Jika pada awal berdiri perusahaan hanya mempekerjakan 7 orang, kini jumlah karyawannya mencapai sekitar 13.000 orang. Skala operasional yang semakin besar tersebut mendorong kebutuhan pengelolaan keuangan dan administrasi yang lebih terstruktur, termasuk dalam pembayaran gaji karyawan yang tersebar di berbagai gerai.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Rocket Chicken memanfaatkan layanan payroll BCA Bisnis. Layanan ini membantu perusahaan mengelola pembayaran gaji secara lebih praktis dan terprogram, sekaligus memudahkan pemantauan proses penyaluran gaji kepada karyawan. “Untuk penggajian, sekarang prosesnya lebih mudah karena sudah terprogram. Kami bisa memantau apakah gaji karyawan sudah masuk sehingga pengelolaannya lebih praktis,” kata Atik.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan pertumbuhan Rocket Chicken mencerminkan pentingnya akses pembiayaan dan layanan perbankan dalam mendukung pengembangan usaha. Sejalan dengan hal tersebut, BCA terus memperluas penyaluran kredit ke berbagai sektor, termasuk UKM, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

“BCA berkomitmen mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penyaluran kredit ke berbagai sektor, termasuk UKM. Kami berupaya menghadirkan solusi pembiayaan dan layanan perbankan yang dapat membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas bisnis, meningkatkan produktivitas, serta mengembangkan usahanya secara berkelanjutan,” kata Hera.

Hingga September 2026, kredit UKM BCA mencapai Rp149,2 triliun atau tumbuh 15,4% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan tersebut menjadi bagian dari peningkatan kredit produktif BCA sebesar 17,2% YoY menjadi Rp831 triliun, yang mencakup pembiayaan korporasi dan komersial.

Selain penyaluran pembiayaan, BCA juga menghadirkan berbagai inisiatif untuk memperluas akses pelaku UMKM terhadap layanan perbankan. Salah satunya melalui BCA Expo 2026 dan BCA UMKM Fest 2026 yang melibatkan lebih dari 1.600 pelaku usaha. BCA turut menawarkan Kredit Multiguna Usaha (KMU) Hari UMKM 2026 dengan suku bunga mulai 5,81% efektif per tahun sebagai alternatif pembiayaan untuk mendukung kebutuhan pengembangan usaha. (bps/*)