RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebuah ornamen portabel berbentuk pesilat yang menampilkan gerakan Ujungan Bekasi berdiri di simpang menuju Gerbang Tol (GT) Gabus, Jalan Gabus Raya, Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara. Figur tersebut ditopang rangka besi berwarna putih dengan lambang Kabupaten Bekasi di bagian bawah.
Ornamen itu dapat bergerak ketika terhempas angin. Gerakannya menarik perhatian pengguna jalan yang melintas.
Ketua Pemangku Seni Budaya Bekasi (PANGSI), Drahim Sada, mengatakan ornamen tersebut dirancang agar mudah dipindahkan ke berbagai lokasi keramaian. Selain menjadi dekorasi, ornamen itu untuk memperkenalkan kesenian tradisional Bekasi kepada masyarakat.
“Tujuan kita buat ornamen ini sebenarnya pada dasarnya untuk sosialisasi tentang Ujungan. Ornamen ini sebenarnya bisa kita pindah-pindah, bisa kita bawa ke tempat-tempat khalayak ramai, di bazar, tempat-tempat umum, khususnya yang ada di Kabupaten Bekasi,” ujar Drahim saat dikonfirmasi, Kamis (24/9).
Menurut dia, pembuatan instalasi seni tersebut membutuhkan waktu sekitar satu pekan dengan biaya kurang lebih Rp3,5 juta. Ornamen itu disiapkan untuk memeriahkan Hari Jadi ke-76 Kabupaten Bekasi dan HUT ke-81 Republik Indonesia.
“Untuk biaya kurang lebih sekitar Rp3,5 jutaan dalam kurang lebih sekitar satu minggu kita buat ini,” katanya.
Drahim berharap pengenalan Ujungan melalui ruang publik dapat memperluas perhatian terhadap kesenian tersebut. Setelah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTB) Indonesia, ia berharap Ujungan Bekasi dapat dikenal hingga tingkat internasional.
“Kita inginnya lebih lanjut ke tingkat dunia. Setelah menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia, kita ingin Ujungan ini menjadi Warisan Budaya Takbenda Dunia,” tutup Drahim. (ris)











