RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pimpinan pondok pesantren (ponpes) di Bekasi Selatan berinisial MHH (28) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan kekerasan seksual terhadap belasan santriwati. MHH kini ditahan di Polres Metro Bekasi Kota.
Berdasarkan pantauan Radar Bekasi, Minggu (11/10/2026), ponpes tersebut berada di tengah permukiman warga. Suasana di lingkungan ponpes tampak sepi.
Seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku tidak menyangka MHH diduga terlibat dalam kasus tersebut. Pasalnya, selama ini MHH dikenal sebagai sosok yang taat beragama.
“Kenal, kita tidak menyangka. Itu yang orangnya taat agama,” ujarnya.
Warga itu menyebut MHH merupakan anak dari pendiri ponpes berinisial A. Sebelum memimpin ponpes, MHH diketahui beraktivitas sebagai tenaga pengajar.
“Dia itu anak dari kiai pemilik pondok. Sebelum kepala pondok memang jadi guru,” katanya.
Menurut warga itu, MHH juga kerap mengajar dan memimpin pengajian di lingkungan sekitar. Bahkan, MHH disebut rutin menghadiri kegiatan keagamaan bersama para santrinya.
BACA JUGA: Polres Metro Bekasi Kota Ungkap Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes, Pengajar Jadi Tersangka
“Guyub, setiap sebulan sekali di masjid kita ini itu dia hadir bawa santrinya semua ke sini. Dan dia pun kemarin itu setiap hari Sabtu ada pengajian habis subuh. Dia ini yang penceramahnya, dia yang ngisi acaranya,” katanya.
MHH disebut sudah berkeluarga. Warga mengatakan, MHH sudah menikah, namun disebut belum memiliki anak.
“Dia sudah menikah,” ucapnya.
Pasca mencuatnya kasus tersebut, sejumlah santri disebut telah dijemput orang tua mereka. Meski demikian, sebagian santri masih berada di lingkungan ponpes.
“Ada yang sudah dijemput, santrinya. Mungkin yang tetap di situ ada santri yang belum sempat dijemput orangtuanya, tapi yang dekat sudah pada dijemput karena was-was, takut,” katanya.
Radar Bekasi telah berupaya meminta konfirmasi kepada pihak ponpes terkait kasus yang melibatkan salahsatu pimpinannya, termasuk keberlangsungan kegiatan pendidikan. Namun, sejumlah pihak yang ditemui di lokasi enggan memberikan keterangan lebih lanjut.
“Semuanya kami serahkan penanganannya kepada pihak kepolisian,” kata salahsatu perwakilan Ponpes.
Sementara itu, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana mengatakan MHH telah ditahan. Polisi masih mendalami kasus tersebut, termasuk menelusuri jumlah korban.
“Untuk jumlah korbannya masih terus berkembang, yang pasti lebih dari 10, ini masih kami kembangkan terus,” ungkapnya.
Polisi juga menduga terdapat pihak lain yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak untuk mengungkap rangkaian kejadian.
“Pelakunya diduga lebih dari satu orang, ini yang masih terus kita selidiki,” ucapnya.
Selain melakukan penyidikan, kepolisian juga memberikan pendampingan kepada para korban, termasuk perlindungan dan dukungan psikologis. (oke/sur)











