Berita Bekasi Nomor Satu

Disbudpora Bakal Tata Kawasan Stadion Wibawa Mukti, Hadirkan Ruang Publik Multifungsi  

ILUSTRASI: Foto udara fasilitas olahraga di komplek Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, belum lama ini.ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID,BEKASI– Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi bakal melakukan penataan kawasan Stadion Wibawa Mukti usai renovasi total rampung.

Kepala Disbudpora Kabupaten Bekasi, Iman Nugraha, menjelaskan, kawasan parkir stadion yang selama ini identik gersang dan berdebu, akan disulap menjadi ruang publik multifungsi hingga ekonomi kreatif.

Konsep besar ini tertuang dalam dokumen perencanaan Disbudpora tertanggal 4 Agustus 2026 tentang transformasi kawasan parkir menjadi ruang publik multifungsi & hub ekonomi kreatif.

“Kita tidak ingin Stadion Wibawa Mukti hanya ramai saat ada pertandingan sepak bola saja. Kita ingin stadion ini menjadi rumah kedua bagi warga Bekasi. Tempat nongkrong, tempat UMKM tumbuh, tempat anak muda berekspresi. Parkiran tidak lagi hanya tempat meletakkan kendaraan, tapi menjadi pusat ekonomi dan sosial baru,” ujar Iman Nugraha penuh semangat.

Iman Nugraha menjelaskan, perencanaan kawasan parkir stadion modern telah bertransformasi. Dengan mengintegrasikan area UMKM, kawasan parkir dapat menghidupkan perekonomian lokal, meningkatkan pengalaman pengunjung (fan experience), dan memaksimalkan pendapatan non-pertandingan (non-matchday revenue).

Ia memaparkan, konsep komprehensif penataan halaman parkir stadion akan dibagi menjadi 5 zona utama yang tertata rapi dan humanis.

Zona A (Parkir Kendaraan Utama) akan menjadi zona utama khusus bus, mobil, dan sepeda motor dengan akses langsung ke gerbang stadion. Didesain dengan sistem smart parking modern, pencatatan plat nomor otomatis dan barrier gate, sehingga sirkulasi lancar dan tidak semrawut.

Zona B (Plaza UMKM & Kuliner) menjadi jantungnya ekonomi kerakyatan. Area ini dikhususkan untuk tenda/booth permanen dan semi-permanen untuk UMKM kuliner. Mulai dari food truck kekinian, gerobak modern, hingga tenant makanan lokal legendaris Bekasi. Lokasinya dirancang strategis agar mudah diakses penonton sebelum dan sesudah acara.

“Bayangkan, habis nonton Persikasi atau Timnas, penonton bisa langsung kulineran, ngopi, makan kerak telor, soto Bekasi di satu kawasan. Uangnya berputar di Bekasi, untuk warga Bekasi,” kata Iman.

Zona C (Creative & Retail Hub) adalah ruang bagi UMKM fesyen, merchandise official suporter, kerajinan tangan, dan produk lokal kreatif. Ini menjadi etalase bagi anak-anak muda Bekasi untuk unjuk karya.(and/adv)