Berita Bekasi Nomor Satu

Shin Tae-yong Sambangi Stadion Wibawa Mukti, Meriahkan Pembukaan BLISPI Youth Cup V 2026

BUKA KOMPETISI: Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin (tengah) mantan pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong (kiri) saat membuka kompetisi BLISPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI 2026 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang Timur, Minggu (25/10).ARIESANT/RADAR BEKASI

CIKARANG TIMUR- Mantan pelatih Tim Nasional Indonesia, Shin Tae-yong, menyambangi Stadion Wibawa Mukti, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Minggu (25/10/2026).

Kehadiran juru taktik asal Korea Selatan tersebut menjadi sorotan utama dalam pembukaan ajang sepak bola usia dini berskala nasional, BLISPI Youth Cup V Piala Ketua DPD RI 2026.

Kedatangan Shin Tae-yong di Cikarang bertujuan untuk memantau langsung potensi pemain muda sekaligus memberikan dorongan bagi penguatan pembinaan sepak bola tingkat akar rumput (grassroots).

Ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLISPI) bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI ini berlangsung pada 25–28 Oktober 2026. Total sebanyak 74 tim, 2.560 talenta muda, dan 640 ofisial di empat kelompok umur, U-10, U-12, U-14, dan U-16 ikut ambil bagian.

Rangkaian pertandingan digelar di beberapa lokasi di Kabupaten Bekasi, meliputi Stadion Wibawa Mukti (Cikarang Timur) sebagai lokasi pembukaan dan partai utama, Stadion Mini Cijengkol (Setu), Stadion Mini Tambun (Tambun Selatan), Stadion Mini Suryadipati (Pasirtanjung, Cikarang Pusat), serta Lapangan BJS Sukadanau (Cikarang Barat).

Di sela kegiatannya memantau talenta muda di Cikarang, Shin Tae-yong menilai, ajang kompetisi usia dini menjadi pondasi utama masa depan sepak bola Indonesia.

“Jadi memang kita sudah berdiskusi bahwa ya memang butuh sekali pembinaan usia dini, kompetisi seperti ini,” ujar Shin Tae-yong kepada awak media di Cikarang Timur, Minggu (25/10).

Ketika ditanya mengenai potensi anak-anak Indonesia yang berlaga di turnamen ini, STY meyakini masa depan sepak bola nasional akan sangat cerah apabila ditopang oleh tata kelola kompetisi yang konsisten.

“Yakin sekali, Indonesia pasti bisa maju kalau punya sistem yang baik seperti sistem ini,” tegasnya.

Menurutnya, selain sistem kompetisi, kehadiran pelatih berkualitas serta peran aktif para legenda sepak bola sangat dibutuhkan untuk membangun fondasi pemain sejak dini. Ia juga menekankan pentingnya memberikan akses dan pendampingan profesional secara merata bagi anak-anak di daerah agar pembentukan pemain nasional berjalan secara alami dan matang.

“Saya mau sampaikan, saya ingin anak-anak daerah yang di luar sana yang punya bakat, punya kesempatan yang sama. Makanya kita siapkan sarana medianya supaya mereka betul-betul bisa mengeksplorasi, menunjukkan bakatnya, dan bakat itu kita dampingi dengan profesional, sehingga ke depan memang pemain bola kita itu munculnya bukan mendadak, tapi betul-betul melalui proses yang panjang,” tuturnya.

Ketua DPD RI, Sultan Bachtiar Najamudin, menyatakan keterlibatan Shin Tae-yong adalah bentuk motivasi serta masukan teknis untuk turnamen ini. Ia menegaskan bahwa potensi melimpah di daerah harus dibuka melalui kompetisi yang berjenjang.

“Masa sih kita tidak bisa mencari bibit? Masa kita tidak menemukan betul-betul permata-permata dari daerah? Nah, salah satu caranya adalah melalui kompetisi seperti ini,” kata Sultan.

Sultan memproyeksikan kompetisi pelajar ini dapat berkembang secara terstruktur dengan memanfaatkan jaringan anggota DPD di daerah, mulai dari tingkat desa hingga bermuara ke level nasional.

“Kita punya struktur sampai ke daerah, kita punya anggota-anggota DPD terbaik di daerah. Melalui kompetisi yang munculnya liganya dari daerah, lalu kompetisi kita bikin dari kampung, lomba antardesa, muncul sampai juara kecamatan, lalu juara kecamatan ditandingkan juara kabupaten, juara kabupaten ditandingkan lagi juara provinsi, nanti nasionalnya kita bawa,” tutupnya. (ris)