RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyerap aspirasi masyarakat dengan cara berbeda. Ia menemui sejumlah pengemudi ojek online (ojol) sambil makan siang di Warteg Bahari, Jalan Perjuangan, Bekasi Utara, Rabu (4/11/2026).
Dalam pertemuan tersebut, para pengemudi ojol menyampaikan sejumlah persoalan di jalan. Mulai dari penempatan personel kepolisian di titik rawan kemacetan dan kecelakaan, lampu penerangan jalan umum (PJU) yang mati, hingga pengaturan lampu lalu lintas.
Putu mengatakan, pertemuan dengan masyarakat dijadwalkan setiap Rabu. Sementara pada Senin, kegiatannya difokuskan pada pengaturan lalu lintas, pemantauan kondisi jalan, serta kunjungan ke sekolah-sekolah.
Dia sengaja memilih warteg sebagai tempat pertemuan agar masyarakat lebih nyaman menyampaikan keluhan dan masukan.
“Saya berpikir kalau bertemu dengan masyarakatnya di balai atau di kantor polisi mungkin kan sudah sering. Kita sedang cari variasi baru yang masyarakat juga nyaman. Kenapa enggak sambil makan siang di luar,” kata Putu.
Salah satu masukan yang diterima berkaitan dengan penempatan personel kepolisian. Putu menyebut, sejumlah anggota yang sebelumnya bertugas di kawasan Ahmad Yani hingga Summarecon akan dievaluasi dan digeser ke titik lain yang lebih membutuhkan pengawasan.
“Karena memang tadi masukan dari teman-teman ojol yang juga ngerti betul kondisi di jalan. Dari waktu ke waktu itu ada titik-titik yang memang sangat padat dan ada potensi risiko kecelakaannya. Itu yang menjadi prioritas,” ujarnya.
Selain itu, keluhan mengenai lampu PJU yang mati, khususnya pada malam hari, akan disampaikan kepada Wali Kota Bekasi. Adapun pengaturan lampu lalu lintas di sejumlah persimpangan akan dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan (Dishub) untuk menyesuaikan kondisi kepadatan kendaraan.
“Nanti kita akan komunikasikan dengan teman-teman di Dishub untuk setting itu,” ungkapnya.
Putu berharap pertemuan dengan masyarakat dapat dilakukan secara fleksibel agar komunikasi dan penyampaian aspirasi berjalan lebih terbuka.
“Lebih fleksibel. Masyarakat juga bisa menyampaikan masukannya. Lalu sama-sama di tempat yang bisa mengakrabkan juga,” tandasnya. (rez)











