RADARBEKASI.ID, BEKASI – Selain perilaku buang air besar (bab), anak-anak tentunya juga harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat untuk menghindari penularan virus polio yang berdampak kelumpuhan pada anak.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Alamsyah, virus polio merupakan penyakit menular, namun bisa dicegah dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti membiasakan mencuci tangan dan kaki sesudah beraktifitas.
“Sebenarnya virus polio bisa bisa dicegahan. Selain imunisasi juga menjaga pola hidup bersih dan sehat. Karena virus polio ini bisa menular melalui makanan dan minuman, sehingga masyarakat bisa menerapkan pola hidup sehat,” ujar Alamsyah, Senin (3/4).
Diketahui penyakit polio ini telah menyerang delapan orang bayi lima tahun (balita) di wilayah Purwakarta, Jawa Barat. Saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi tengah melakukan antisipasi dengan melakukan Pekan Imunisasi Nasional (PIN). Sebanyak 372.766 balita di Kabupaten Bekasi, menjadi target sasaran imunisasi polio selama sepekan.
“Target kami, ada 372.766 balita usia 0 sampai 59 bulan untuk dilakukan imunisasi, atau minimal 95 persen, dan mudah-mudahan bisa 100 persen” terang Alamsyah.
Untuk mencapai target itu, lanjutnya, Dinkes Kabupaten Bekasi menggandeng Dinas Pendidikan, Puskesmas, Posyandu hingga klinik swasta. Menurut Alamsyah, peran Dinas Pendidikan sangat penting untuk melakukan kolaborasi imunisasi di lingkungan Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
“Kami sudah melakukan persiapan seperti logistik dan posyandu, puskesmas semua balai desa hingga dibantu klinik swasta. Dan tentu peran Dinas Pendidikan juga sangat penting untuk kolaborasi, karena sasarannya ada di PAUD, Playgroup dan TK,” beber Alamsyah.
Sementara Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan mengungkapkan, kegiatan PIN di Kabupaten Bekasi menjadi darurat usai ditemukannya delapan balita yang terjangkit polio di wilayah Purwakarta. Program yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini, mewajibkan masyarakat yang memiliki balita untuk dilakukan imunisasi polio sebanyak dua tetes. (ris)











