RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Komunikasi Informasi Persandian dan Statistik (Diskominfosantik) Kabupaten Bekasi, menampilkan Satu Peta Kabupaten Bekasi di Bidang Statistik, sebagai inovasi perangkat daerah Tahun 2023, yang diselenggarakan oleh Balitbangda Kabupaten Bekasi.
Kepala Bidang Statistik Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Intan Komala mengatakan, seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), setiap tahun diminta berinovasi untuk menunjang Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing untuk Kabupaten Bekasi.
“Semua OPD menyertakan inovasinya, hampir rata-rata berupa aplikasi. Untuk Diskominfosantik, tahun ini kami menghadirkan inovasi berupa aplikasi namanya Satu Peta Kabupaten Bekasi, yang kedepannya akan menjadi portal resmi peta terbuka milik Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Dijelaskan Intan, aplikasi Satu Peta Kabupaten Bekasi tersebut, akan terus dikembangkan, sehingga berkelanjutan dengan data yang diperbaharui dan melibatkan semua perangkat daerah di Kabupaten Bekasi.
“Memang untuk saat ini masih dasar, baru ada dua OPD yang masuk, yaitu Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Misalnya, jika ingin klik Dinas Kesehatan, puskesmasnya ada dimana saja, termasuk datanya kami bisa tahu, begitu juga dengan Dinas Pendidikan, misalnya ingin tahu SD Kebalen 05, tinggal klik, maka bisa diketahui juga datanya, dan profilnya tampil,” beber Intan.
Disampaikannya, tujuan dari inovasi Satu Peta Kabupaten Bekasi ini, adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat, melalui informasi geospasial Kabupaten Bekasi, dan dapat dijadikan acuan untuk perumusan suatu kebijakan, serta pengambilan keputusan pada pembangunan daerah.
“Bisa juga sebagai wali data, dalam menyediakan sarana informasi geospasial ke seluruh perangkat daerah, serta memberi kemudahan sesuai tupoksi dan kewenangannya masing-masing, yang berisikan peta-peta,” ucap Intan.
Untuk mempercepat penyajian data di Satu Peta Kabupaten Bekasi, pihaknya terus berkoordinasi dengan semua OPD, dan sambil berjalan akan ditindaklanjuti melalui MoU, sehingga inovasi tersebut bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Meskipun nanti ada data atau peta, tidak semuanya bisa diakses masyarakat, melainkan hanya oleh OPD. Kami berharap, dengan Satu Peta Kabupaten Bekasi, bisa memberikan informasi yang benar kepada masyarakat, dan memanfaatkan dari Satu Peta tersebut, sesuai kebutuhan,“ tutup Intan. (and/adv)











