Berita Bekasi Nomor Satu

Kabupaten Bekasi Masih jadi Incaran Investor

ILUSTRASI: Foto udara kawasan industri GIIC di Cikarang Pusat, Selasa (26/3). Kabupaten Bekasi terus mempertahankan reputasinya sebagai tujuan investasi utama bagi para investor, dengan catatan investasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kabupaten Bekasi terus mempertahankan reputasinya sebagai tujuan investasi utama bagi para investor, dengan catatan investasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Data Pemerintah Kabupaten Bekasi menunjukkan bahwa pada 2023, realisasi investasi mencapai angka fantastis sebesar Rp61,21 triliun atau meningkat signifikan dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp47,03 triliun.

Prestasi ini menjadikan Kabupaten Bekasi unggul dari kota/kabupaten lain di Provinsi Jawa Barat. Dibandingkan dengan Karawang yang menduduki posisi kedua dengan investasi sebesar Rp45,9 triliun atau 21,78 persen, serta Kabupaten Bogor yang menjadi penyumbang terbesar ketiga dengan angka Rp15,2 triliun atau 7,21 persen dari total investasi.

“Alhamdulillah Kabupaten Bekasi masih menjadi daerah yang dipercaya oleh para investor untuk menanamkan investasinya di sini. Dengan kenaikan ini, kami juga mendorong agar pembangunan daerah turut terdorong dan penyerapan tenaga kerja lokasi harus ditingkatkan,” ujar Penjabat (Pj) Bupati Bekasi, Dani Ramdan, Selasa (26/3).

Dari jumlah tersebut, investasi dari penanaman modal asing (PMA) masih mendominasi yakni mencapai Rp40,4 triliun. Angka ini terealisasi dalam 9.338 proyek yang dilaksanakan pada periode Januari-Desember 2023.
Sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) menyumbang investasi sebesar Rp20,7 triliun yang terealisasi dalam 9.776 proyek. Secara keseluruhan terdapat 19.114 proyek yang digelar sepanjang tahun di Kabupaten Bekasi. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak di Jawa Barat dengan rasio 20,23 persen.

“Nilai investasi ini merupakan hasil rilis yang disampaikan Kementerian Investasi atau Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Alhamdulillah kita masih yang tertinggi, dari beberapa sektor usaha, kita masih unggul,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bekasi, Suhup.

BACA JUGA: Bawaslu Kabupaten Bekasi Tunda Sidang Pembacaan Putusan Terkait PPK Cikarang Barat

Di antara penanaman modal asing, Jepang menjadi negara penyumbang investasi tertinggi di Kabupaten Bekasi. Investasi dari negeri matahari terbit mencapai Rp13,16 triliun atau 12,51 persen. Kemudian terbesar kedua dan ketiga berasal dari negara tetangga, Singapura dan Malaysia. Masing-masing berinvestasi sebesar Rp 6,7 triliun atau 10,96 persen dan Rp 5,8 triliun atau 9,54 persen.

Berdasarkan sektor usaha, investasi tertinggi berasal dari sektor telekomunikasi, gudang dan transportasi dengan nilai mencapai Rp10.966.209.789.265 atau 17,92 persen dari keseluruhan nilai investasi di Kabupaten Bekasi.
Kemudian sektor penyumbang investasi terbesar kedua berasal dari perumahan, kawasan industri dan perkantoran yang mencapai Rp10.373.885.393.019 atau 16,95 persen. Lalu penyumbang terbesar kedua berasal dari sektor industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lainnya dengan investasi sebesar Rp 8.148.504.897.493 atau 13,31 persen.

Seturut dengan tingginya nilai investasi yang didapat, penyerapan tenaga kerja pun tinggi, yang mencapai 46.217 tenaga kerja. Mayoritas penyerapan tenaga kerja berasal dari penanaman modal dalam negeri sebanyak 26.850 tenaga kerja, sedangkan dari penanaman modal asing sebesar 19.367 tenaga kerja.

Serapan tenaga kerja itu berasal dari sektor industri logam, mesin dan elektronika. Sektor ini menyerap 10.359 tenaga kerja, atau menjadi yang tertinggi dengan persentase 22,41 persen.

Kemudian sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran yang menyerap 5.811 tenaga kerja atau 12,57 persen. Lalu sektor industri kendaraan bermotor dan alat transportasi lain serta industri makanan sebanyak 4.796 tenaga kerja 10,38 persen.

Ketua DPRD Kabupaten Bekasi, BN Holik Qodratullah, memberikan apresiasi atas tingginya investasi di Kabupaten Bekasi. Menurutnya, pencapaian ini tidak terlepas dari peran aktif seluruh masyarakat dalam menjaga kondusifitas.

Namun, Holik juga mengingatkan pentingnya agar manfaat dari investasi tersebut dapat dirasakan oleh masyarakat lokal, baik dari segi ekonomi, kesehatan, pendidikan, maupun sosial.

“Terutama tenaga kerja, bagaimana masyarakat kita tidak sulit mendapatkan kerja. Ini yang terus disampaikan pada pemerintah daerah bagaimana memfasilitasi para tenaga kerja lokal kita. Termasuk menjaga lingkungan sekitar juga,” ucap Holik. (and)

INVESTASI 2023 DI KABUPATEN BEKASI
Realisasi
Rp61,21 triliun (meningkat dari 2022 Rp47,03 triliun)
PMA
– Rp40,4 triliun
– 9.338 proyek
PMDN
– Rp20,7 triliun
– 9.776 proyek
Sumber: DPMPTSP Kabupaten Bekasi