RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menyiapkan sejumlah langkah strategis atau jurus jitu untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jalan Ir H Juanda kawasan Stasiun Bekasi.
Kawasan tersebut selama ini dikenal sebagai salah satu titik dengan kawasan terpadat kerena tingginya mobilitas penumpang dan kendaraan membuat kawasan ini kerap mengalami kepadatan, terutama pada jam-jam sibuk.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyampaikan bahwa aktivitas di Stasiun Bekasi berlangsung hampir sepanjang hari dengan karakter pergerakan yang berbeda.
BACA JUGA: Pemkot Bekasi Targetkan Pembangunan JPO di Kawasan Stasiun Bekasi Rampung Usai Lebaran
Pada pagi hari, kawasan stasiun dipadati pengguna kereta komuter, sementara siang hingga sore hari didominasi penumpang perjalanan luar kota.
“Stasiun Bekasi memiliki aktivitas yang sangat tinggi setiap hari. Pada waktu-waktu tertentu, volume penumpang dan kendaraan bertemu secara bersamaan sehingga berdampak pada kepadatan lalu lintas di sekitarnya,” ujar Tri, Rabu (4/2).
Menurutnya, penanganan kemacetan tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan perencanaan terpadu dan berkelanjutan agar solusi yang dihasilkan tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.
Oleh karena itu, Pemkot Bekasi menyiapkan program jangka menengah hingga panjang yang menyasar penataan kawasan dan peningkatan infrastruktur.
BACA JUGA: Pembangunan JPO Stasiun Bekasi Segera Dimulai
Salah satu langkah yang disiapkan adalah peningkatan kapasitas parkir melalui pembangunan parkir bertingkat atau triple deck.
Penataan ini akan dibarengi dengan pengaturan sistem keluar-masuk kendaraan agar lebih tertib dan mampu mengurangi penumpukan di badan jalan sekitar stasiun.
Selain itu, pada tahun 2026 Pemerintah Kota Bekasi akan melakukan studi kelayakan pembangunan flyover atau underpass di Jalan Perjuangan, yang selama ini menampung beban lalu lintas besar namun belum mengalami peningkatan kapasitas.
“Proses pembebasan lahan ditargetkan dapat dimulai pada 2027,” ucapnya
Tri juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya dalam rencana pembangunan dua flyover pada tahun 2028.
“Salah satu lokasi yang telah siap adalah kawasan Bulak Kapal, dengan pembebasan lahan yang telah rampung dengan nilai sekitar Rp110 miliar,” jelasnya
Untuk menambah alternatif jalur lalu lintas, Pemkot Bekasi juga menargetkan pembangunan jalan frontage di sisi rel kereta api yang menghubungkan Jalan Perjuangan hingga Jalan Pahlawan.
Jalan tersebut akan memanfaatkan lahan milik PT KAI yang telah dibebaskan dan diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan di ruas utama sekitar stasiun.
Optimalisasi infrastruktur pendukung turut dilakukan di Jalan Pusdiklat, meliputi perbaikan jalan, pembangunan jembatan, penataan taman, serta peningkatan fasilitas pedestrian guna memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, khususnya pengguna jasa kereta api.
Dengan rangkaian langkah tersebut, Pemerintah Kota Bekasi menargetkan kawasan Stasiun Bekasi dapat menjadi lebih tertata, aman, dan mampu mengakomodasi mobilitas warga yang terus meningkat. (rez)











