Berita Bekasi Nomor Satu

Buka Puasa Pakai Es Buah dan Makan Berat Langsung? Ini Efeknya pada Tubuh Menurut Dokter Tirta

Ilustrasi buka puasa Ramadan. Foto: Freepik

RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Banyak orang merasa nikmat berbuka dengan air es atau es buah, lalu langsung menyantap hidangan berat setelah seharian menahan lapar dan haus. Sensasi manis dan segar seakan menjadi hadiah yang paling dinanti begitu azan Magrib berkumandang.

Meski menyenangkan, kebiasaan ini ternyata tidak selalu baik bagi tubuh. Mengonsumsi gula dalam jumlah besar saat perut kosong bisa menyebabkan lonjakan energi secara cepat, yang kemudian diikuti penurunan drastis. 

Akibatnya, tubuh bisa terasa lemas, mengantuk, bahkan tidak nyaman setelah makan. Pola ini justru bertentangan dengan tujuan puasa yang seharusnya melatih kontrol diri, termasuk dalam memilih asupan makanan.

Dalam kanal YouTube Tirta PengPengPeng, dr. Tirta menyoroti kebiasaan berbuka yang kurang tepat dan menyarankan agar proses berbuka dilakukan secara bertahap, memberi tubuh waktu untuk beradaptasi. Ia mencontohkan, jika tidak ada buah, cukup dengan tiga butir kurma dan air mineral saat Magrib sebelum makan berat. 

“Kalau enggak ada buah, batalinnya pakai apa? Kurma plus air mineral sudah cukup, magriban dulu baru makan berat,” ujar dr. Tirta.

Tiga butir kurma disebut mampu mengembalikan energi awal tubuh, dengan kandungan kalori sekitar 170–210, hampir setara sepiring nasi porsi sedang. 

Setelah itu, satu gelas air putih sekitar 300 ml dapat membantu proses rehidrasi sebelum makan hidangan berat. Dengan cara ini, sistem pencernaan tidak kaget menerima asupan dalam jumlah besar.

Tirta juga mengingatkan agar berhati-hati dengan kebiasaan menambahkan sirup pada buah potong saat berbuka. Penambahan gula tersebut bisa membuat kalori melonjak tanpa disadari.

Baca Juga: Tak Ingin Kembali ke Insanul Fahmi, Mawa Sebut Takut Terjangkit Penyakit Kelamin

“Buah potong boleh, tapi jangan dikasih sirup, itu sugar bomb,” jelasnya.

Selain itu, minuman dingin kerap dituding sebagai penyebab perut kembung. Namun, yang lebih berisiko adalah mengonsumsi terlalu banyak cairan sekaligus. 

“Air dingin itu kalau diminum saat perut kosong rentan meningkatkan risiko brain freeze. Air biasa aja,” tambahnya.

Tirta juga menekankan bahwa puasa bukan otomatis menjadi proses detoksifikasi tubuh. Manfaat tersebut baru terasa jika pola makan saat malam tetap terkontrol dan tidak berlebihan.

“Puasa itu bisa membantu detoksifikasi tubuh kalau puasanya dilakukan dengan benar dan makanmu enggak berlebihan,” katanya.

Di tengah tren konten takjil yang viral setiap Ramadan, disiplin saat berbuka menjadi tantangan tersendiri. Puasa seharusnya bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga momentum untuk membangun pola makan yang lebih sadar, seimbang, dan terukur. (ce2)