RADARBEKASI.ID, JAKARTA – Penyanyi papan atas Sri Rossa Roslaina Handiyani, atau yang akrab disapa Rossa, akhirnya habis kesabaran.
Melalui tim kuasa hukumnya, pelantun lagu “Tegar” ini resmi melayangkan somasi terbuka terhadap puluhan akun media sosial di Instagram, TikTok, hingga Threads yang dinilai telah menyebarkan fitnah dan penggiringan opini negatif.
Langkah hukum ini diambil lantaran narasi-narasi yang beredar dianggap telah menjatuhkan harkat, martabat, serta merusak reputasi yang telah dibangun Rossa selama puluhan tahun di industri hiburan.
Tim kuasa hukum Rossa mengungkapkan bahwa akun-akun tersebut menggunakan konten milik kliennya secara tidak bertanggung jawab.
Beberapa pelanggaran yang disorot antara lain, mengambil gambar Rossa dan menjahitnya dengan narasi yang tidak benar, mengedit wajah Rossa untuk menyebarkan informasi palsu, hingga menggunakan musik dan lagu Rossa dengan cara yang tidak semestinya.
Salah satu fitnah yang paling merugikan adalah tuduhan bahwa Rossa gagal menjalani operasi kecantikan. Padahal, pihak Rossa menegaskan bahwa sang diva sama sekali tidak melakukan tindakan operasi plastik seperti yang dituduhkan.
“Mereka sengaja menyebarkan fitnah, mendiskreditkan, dan menggunakan konten Teh Ocha secara tidak bertanggung jawab,” tegas pengacara Rossa, Ikhsan Tualeka, di Jakarta Selatan, dikutip dari JawaPos.
Rossa memberikan peringatan keras kepada pemilik akun-akun tersebut. Mereka dituntut untuk segera menghapus (take down) unggahan bermuatan negatif tersebut dalam waktu maksimal 1 x 24 jam.
Jika dalam batas waktu tersebut tidak ada respons atau niat baik, pihak Rossa memastikan akan membawa kasus ini ke ranah hukum pidana.
“Kami memberikan waktu 1 x 24 jam untuk take down berita-berita yang menyangkut harga diri, reputasi, dan nama baik Teh Ocha,” ujar Natalia Rusli, pengacara Rossa lainnya.
Meskipun banyak akun menggunakan identitas palsu (fake account) untuk bersembunyi, pihak Rossa mengklaim telah mengantongi identitas para pelaku. Berkat bantuan tim ahli, data teknis para pemilik akun tersebut sudah teridentifikasi.
“Kami mempunyai tim yang bisa mengidentifikasi IMEI handphone, mengidentifikasi alamat, hingga lokasi di mana mereka berada,” tegas Natalia.
Langkah tegas ini diharapkan menjadi pelajaran bagi para pengguna media sosial agar lebih bijak dalam berkomentar dan tidak sembarangan menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya. (MNA)











