RADARBEKASI.ID, BEKASI – BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan inovasi layanan dengan mengembangkan fitur antrean online terjadwal melalui layanan Lapak Asik guna mengurai kepadatan antrean yang selama ini kerap terjadi, terutama di wilayah dengan tingkat kunjungan tinggi seperti Kabupaten Bekasi.
Seluruh layanan antrian saat ini telah dapat diakses secara online melalui website resmi: https://lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id
Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Cikarang, Muhyiddin Dj, menjelaskan bahwa sistem antrian online sebenarnya telah diterapkan sejak tahun sebelumnya, namun sejak 1 April 2026 fitur tersebut ditingkatkan menjadi lebih presisi dengan pengaturan jadwal hingga per jam.
“Antrean online ini sebenarnya bukan hal baru. Sejak tahun lalu sudah kita terapkan, tetapi per 1 April kita kembangkan menjadi antrean online terjadwal yang lebih detail hingga ke jam pelayanan,” ujarnya pria yang disapa Indhy ini dikutip dari keterangannya, Kamis (16/4).
Indhy menjelaskan, jika sebelumnya peserta hanya memilih hari kedatangan, kini sistem memungkinkan peserta mendapatkan jadwal lebih spesifik berdasarkan rentang waktu per jam, sehingga pelayanan menjadi lebih tertib dan terdistribusi.
“Kalau dulu hanya memilih hari, sekarang peserta bisa mendapatkan jadwal, misalnya hari Senin pukul 10.00 sampai 11.00. Jadi sudah dibagi per jam, mulai dari pukul 08.00 hingga selesai jam layanan,” jelasnya.
Cara pengajuan klaim melalui website https://lapakasik.bpjsketenagakerjaan.go.id sangatlah mudah :
1. Peserta yang ingin melakukan Proses Pengajuan Klaim dapat melakukan beberapa tahapan sebagai berikut :
– Pilih Pengajuan Klaim Centang Persetujuan & Verifikasi
– Isi Data Peserta (Upload E-KTP, Foto Diri, Pilih Sebab Klaim, Pilih layanan Video Call atau Datang Langsung)
– Isi Data Tambahan (Isi data Rekening, Upload dokumen pendukung)
– Cek Ulang semua data Lanjut Simpan
– Appointment berhasil (Notifikasi dikirim via WhatsApp & Email)
2. Untuk Informasi & Pengaduan
– Pilih menu Informasi & Pengaduan
– Isi Data Peserta (Upload e-KTP, Foto Diri, Pilih Kantor Cabang dan Jadwal Kedatangan)
– Isi kendala (Tulis masalah yang dialami, Upload dokumen pendukung)
– Cek Ulang semua Data Lanjut Simpan
– Pengaduan Masuk (Notifikasi dikirim via WhatsApp & email)
Dengan sistem tersebut, peserta yang telah mendaftar akan memperoleh barcode setelah registrasi melalui Lapak Asik yang kemudian digunakan saat datang ke kantor untuk dipindai dan mendapatkan nomor antrean sesuai jadwal, sementara tingginya kunjungan di Kabupaten Bekasi yang bisa mencapai 280 antrean klaim per hari menjadi alasan utama penerapan sistem ini.
“Peserta mendaftar melalui link yang tersedia, mengisi data pribadi serta mengunggah dokumen seperti KTP. Output-nya berupa barcode, dan itu yang digunakan saat datang ke kantor untuk proses antrean. Kemarin dalam satu hari bisa sampai 280 antrean klaim. Ini menunjukkan tingkat okupansi yang sangat tinggi, sehingga perlu sistem yang lebih tertata,” ungkapnya.
Meski demikian, pada awal penerapan masih terjadi penumpukan antrean karena banyak peserta belum memahami mekanisme baru dan baru mendaftar setelah tiba di kantor, sehingga pihak BPJS melakukan sosialisasi kepada perusahaan agar pekerja yang akan klaim JHT sudah mengetahui prosedur sejak awal.
“Sekarang masih terlihat ramai karena banyak yang datang dulu baru daftar antrean. Ke depan, kami harap peserta sudah mendaftar dari rumah sesuai jadwalnya. Kami sudah kirim surat resmi ke perusahaan agar pekerja yang non-aktif bisa memahami mekanisme klaim dan antrean sejak awal. Jadi saat datang ke kantor, sudah sesuai jadwal yang ditentukan,” tambahnya.
Terkait efektivitas, sistem ini masih dalam tahap awal sehingga belum dapat diukur sepenuhnya, meski diharapkan akan lebih optimal ke depan, sementara kendala teknis seperti server sempat terjadi namun terus diperbaiki, dan dari sisi literasi digital masyarakat dinilai cukup siap meski sebagian kecil peserta masih dilayani manual.
“Efektivitasnya belum bisa diukur sekarang karena masih tahap awal. Tapi ke depan, terutama mulai Mei, kami optimistis antrean akan lebih tertata. Memang sempat ada kendala server karena diakses bersamaan, tapi terus diperbaiki setiap hari oleh tim IT pusat,” ujarnya.
“Untuk pekerja penerima upah saya kira tidak ada masalah, karena literasi digitalnya sudah cukup baik. Namun untuk peserta bukan penerima upah, saat ini masih kami layani secara manual karena jumlahnya juga tidak terlalu besar,” jelas Indhy. (oke)











