RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemkot Bekasi buru-buru meredam kepanikan masyarakat seiring kian santernya isu kenaikan harga minyak goreng (migor).
Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Bekasi memastikan stok bahan pokok masih aman dan belum ada tanda-tanda kelangkaan di pasar.
Kepastian itu disampaikan setelah pemantauan di 11 pasar tradisional se-Kota Bekasi. Hasilnya, pasokan komoditas utama mulai dari minyak goreng, beras, hingga terigu, disebut masih terkendali.
“Untuk minyak goreng, beras, terigu, dan komoditas lain, stok di Kota Bekasi dalam kondisi aman,” ujar Analis Perdagangan Disperindag, Eko Wijatmiko, Selasa (21/4).
Ia mengakui, kabar kenaikan harga minyak goreng premium memang mulai terdengar. Salah satu pemicunya adalah naiknya biaya bahan baku kemasan. Namun, hingga kini dampaknya belum signifikan di pasar lokal.
“Mudah-mudahan tidak terjadi lonjakan dan stok tetap tercukupi, termasuk distribusi dari Bulog dan ID Food,” katanya.
Untuk komoditas lain, sebagian besar harga sudah kembali ke Harga Acuan Penjualan (HAP), seperti telur dan daging ayam. Namun, cabai rawit masih bertahan di atas HAP dengan harga berkisar Rp65 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.
Selain pangan, Disperindag juga memantau distribusi energi rumah tangga. Meski harga elpiji non-subsidi naik, hingga kini belum ditemukan indikasi kelangkaan gas di lapangan.
Pengawasan dilakukan bersama DPC Hiswana Migas Kota Bekasi terhadap 72 agen hingga tingkat pangkalan.
“Kami terus lakukan kontrol, monitoring, dan evaluasi agar distribusi gas tetap lancar dan tidak terjadi penimbunan,” tegasnya.(sur)











