RADARBEKASI.ID, BEKASI – Selama lebih dari satu dekade, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus hadir memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Berbagai manfaat telah dirasakan oleh peserta dari berbagai kalangan. Program JKN yang dikelola oleh BPJS Kesehatan pun menjadi salah satu program unggulan pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat.
Derry Anbu Sabawan (37) tidak menyangka demam tinggi yang dialaminya disertai sakit kepala, lemas, mual, dan muntah menjadi tanda penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Melihat kondisinya sangat mengkhawatirkan, Derry langsung dibawa ke klinik untuk dilakukan pemeriksaan.
“Awalnya saya demam tinggi, kepala sakit, lalu mual dan muntah, badan juga terasa lemas dan sakit-sakit. Saya sempat mengira kalau saya masuk angin, tapi setelah minum obat tidak juga membaik dan waktu itu sudah masuk hari ke-5, jadi akhirnya saya berobat ke klinik tempat saya terdaftar untuk diperiksa. Di klinik saya langsung diperiksa dan dilakukan tes darah. Setelah diketahui trombosit saya turun sampai 85.000, dokter menyarankan agar saya segera dirujuk ke rumah sakit karena dikhawatirkan terjadi pendarahan,” jelasnya.
Setelah dirujuk ke rumah sakit, Derry menjalani rawat inap agar kondisinya dapat dipantau secara intensif, terutama untuk memantau perkembangan jumlah trombosit serta mencegah risiko komplikasi akibat DBD.
Selama menjalani perawatan, ia mendapatkan pelayanan yang baik dari tenaga kesehatan yang rutin memantau kondisinya.
“Selama dirawat, dokter dan perawat sangat sigap memeriksa kondisi saya setiap hari. Saya juga diberikan penjelasan mengenai perkembangan trombosit saya. Dokter juga visit setiap hari. Alhamdulillah, setelah beberapa hari dirawat, kondisi saya berangsur membaik dan trombosit saya mulai meningkat,” ungkap Derry.
Sebagai peserta, Derry mengaku sangat terbantu dengan adanya Program JKN. Ia merasakan kemudahan dalam proses rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) hingga mendapatkan perawatan di rumah sakit tanpa harus memikirkan biaya pengobatan.
“Saya sangat bersyukur menjadi peserta BPJS Kesehatan. Dari awal diperiksa di klinik sampai dirawat di rumah sakit, prosesnya berjalan lancar. Walaupun awalnya saya dirujuk ke RS yang dekat dari rumah tp karena disana penuh, jadilah saya dicarikan rumah sakit yang tersedia kamar kosongnya tapi selama menjalani perawatan, saya tidak dikenakan biaya sepeser pun,” tuturnya.
Derry berharap agar Program JKN dapat terus hadir memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Saya berharap semoga BPJS Kesehatan terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Program JKN sangat membantu kami sekeluarga saat membutuhkan pengobatan, sehingga kami tidak perlu khawatir terhadap biaya saat sakit, yang penting terus pastikan kepesertaan kita aktif agar dapat digunakan sewaktu-waktu,” tutup Derry. (*)











