Berita Bekasi Nomor Satu

Pemkot Bekasi Siapkan Alarm Kedatangan Kereta di Bulak Kapal dan Ampera

"Pak Ogah" mengatur arus lalu lintas di perlintasan sebidang Jalan Ampera Bekasi Timur, Rabu (29/4). FOTO: DOKUMEN/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi merancang pemasangan alarm pendeteksi kedatangan kereta di sejumlah perlintasan sebidang rawan kecelakaan. Titik awal difokuskan di kawasan Bulak Kapal dan Jalan Ampera Bekasi Timur.

Langkah ini diambil sebagai upaya peningkatan keselamatan, menyusul insiden kecelakaan kereta yang terjadi di wilayah Bekasi Timur.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan sistem ini tengah diinisiasi sebagai solusi peringatan dini bagi pengguna jalan agar tidak memaksakan diri melintas saat kereta akan melintas.

“Sedang saya inisiasi, kami menggunakan elektrik, tapi bukan untuk menutup pintu, melainkan memberikan sinyal suara sebagai peringatan,” ujar Tri, Rabu (29/4).

Secara teknis, alarm tersebut akan berbunyi ketika kereta berada dalam radius sekitar 500 meter dari lokasi perlintasan. Dengan demikian, pengendara memiliki waktu untuk berhenti dan menghindari potensi kecelakaan.

“Alat itu akan mengirimkan sinyal saat kereta mendekat. Jadi sebelum kereta tiba, sudah ada peringatan suara agar kendaraan tidak memaksakan diri melintas,” jelasnya.

Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap kajian oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Bekasi, termasuk dari sisi teknis dan efektivitas di lapangan.

Pemasangan tahap awal akan difokuskan di Bulak Kapal sebagai salah satu titik dengan tingkat kerawanan tinggi, kemudian dilanjutkan ke kawasan Ampera yang juga kerap dilintasi kendaraan padat.

Tri menargetkan, jika proses kajian berjalan lancar, sistem alarm tersebut dapat mulai dioperasikan dalam waktu dekat.

“Mudah-mudahan dalam waktu satu minggu ini bisa terealisasi, sehingga alarm bisa langsung berfungsi sebagai peringatan bagi masyarakat,” pungkasnya. (rez)