RADARBEKASI.ID, BEKASI – Seribu lebih jemaah haji asal Kota Bekasi telah diberangkatkan ke Tanah Suci menjelang berakhirnya pemberangkatan gelombang pertama. Ribuan jemaah yang sudah berada di Madinah dilaporkan dalam kondisi sehat.
Hingga kemarin, tercatat tiga kloter jemaah asal Kota Bekasi telah diberangkatkan dari Asrama Haji Bekasi. Sementara itu, jemaah kloter 11 saat ini sudah berada di asrama haji dan bersiap untuk diberangkatkan.
“Total yang sudah berada di tanah suci kurang lebih 1.335 dan yang akan diberangkatkan besok itu 445 jemaah beserta petugas kloter,” kata Kepala Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Bekasi, Rian Fauzi, Minggu (3/5).
Rian memastikan kondisi ribuan jemaah haji Kota Bekasi yang telah berada di Madinah dalam keadaan sehat. Ia mengimbau jemaah untuk meminimalkan aktivitas di luar gedung dan lebih banyak beristirahat menjelang puncak ibadah haji.
“Saya menyarankan kepada jemaah melalui ketua kloter dan Karu Karom nya agar menghindari aktivitas-aktivitas di luar gedung dan di luar ibadah yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Haji dan Umroh,” ungkapnya.
Selama operasional haji 2026 berjalan, sejumlah jemaah Kota Bekasi dari kloter 5 dan 8 sempat mengalami penundaan keberangkatan. Sebagian di antaranya kini telah dijadwalkan bergabung dalam kloter 11 yang diberangkatkan pada Senin (4/5).
“Alhamdulillah yang seharusnya berangkat di kloter 8 sudah bisa masuk di kloter 11,” tambahnya.
Pemeriksaan kesehatan jemaah tahun ini diperketat. Jemaah yang tidak memenuhi syarat terbang harus menunda keberangkatan hingga kondisi kesehatannya membaik. Total sudah 10 kloter atau 3.894 jemaah diberangkatkan dari Asrama Haji Bekasi hingga kemarin.
Berdasarkan data Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Jakarta-Bekasi, terdapat 21 jemaah yang tertunda keberangkatannya. Sebagian karena kondisi kesehatan sejak di daerah asal, sementara lainnya mengalami gangguan kesehatan saat di asrama haji dan harus menjalani perawatan.
“Secara umum sebetulnya jemaah dalam kondisi sehat, hanya ada beberapa jemaah yang bisa jadi di daerah sakit sehingga tidak diberangkatkan ke asrama, ada juga yang begitu sampai di asrama sakit kemudian bisa kami tangani sehingga masih layak terbang,” ungkap Kasubag Humas PPIH Embarkasi Jakarta-Bekasi, Sri Siagawati.
Jemaah tersebut diberangkatkan pada kloter berikutnya setelah membaik kondisi kesehatannya. Menurutnya, pemeriksaan kondisi kesehatan jemaah tahun ini dilakukan secara ketat.
“Seperti yang terjadi di kloter Kota Bekasi belum lama ini, karena harus transfusi darah dan itu menunggu dua hari, diberangkatkan pada kloter selanjutnya,” ucapnya.
Pemberangkatan jemaah gelombang pertama berlangsung hingga 4 Mei sesuai jadwal. Pemberangkatan gelombang kedua dimulai dengan kloter 13 asal Kota Bekasi.
“Jadi total empat ribu jemaah sudah diberangkatkan dengan kloter 11 yang akan berangkat besok,” tambahnya. (sur)











