Berita Bekasi Nomor Satu

Pengangguran di Kota Bekasi Masih Tinggi, Lulusan SMK Paling Banyak

ILUSTRASI: Pencari kerja. FOTO: ARIESANT/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi masih harus berusaha keras untuk menekan angka pengangguran. Jumlah lapangan pekerjaan bersaing ketat dengan besarnya jumlah angkatan kerja baru setiap tahun, belum lagi ditambah dengan angkatan kerja yang masih menunggu peluang kerja.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat penduduk bekerja di Kota Bekasi sebesar 1.251.362 jiwa, sementara 98.963 jiwa menganggur atau sebesar 7,33 persen.

Pengangguran terbuka didominasi oleh lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 39.272 jiwa. Pada jenjang yang sama, lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) tercatat sebesar 23.384 jiwa. Sementara itu, untuk jenjang pendidikan lain masing-masing Sekolah Dasar (SD) ke bawah 4.414 jiwa, Sekolah Menengah Pertama (SMP) 8.142 jiwa, dan pendidikan tinggi atau universitas sebanyak 23.751 jiwa.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi, Muhamad Iqbal Bayuaji, Pemkot Bekasi akan terus berupaya menekan jumlah pengangguran. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terkahir menunjukkan penurunan.

“Untuk TPT menurun, dari 7,83 turun menjadi 7,33 (persen),” katanya.

Iqbal menjelaskan, banyak faktor yang melatarbelakangi turunnya TPT ini, di antaranya investasi yang masuk ke Kota Bekasi, pertumbuhan ekonomi, perkembangan perusahaan maupun UMKM, serta terbukanya kesempatan kerja di luar daerah maupun luar negeri.

Belakangan ini, Pemkot Bekasi berupaya membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja di luar negeri. Terakhir, Pemkot bekerja sama dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI). Menurut Iqbal, kerja sama ini diharapkan dapat memperluas kesempatan kerja serta meningkatkan minat angkatan kerja di Kota Bekasi untuk bekerja di luar negeri.

Pasalnya, selain bebas biaya kerja sama tersebut juga akan memberikan perlindungan bagi pekerja migran.

“Dengan kerja sama ini akan lebih terjamin, jangan sampai berangkat tidak sesuai prosedur,” ucapnya.

Angkatan kerja baru setiap tahunnya terus bertambah, paling banyak berasal dari lulusan SMK. Setelah kelulusan tahun ini, Pemkot Bekasi kembali menggelar bursa kerja atau Job Fair.

“Job Fair tahun ini akan kita gelar sekitar bulan Juni atau Juli, menunggu siswa SMK lulus. Fresh Graduate menyumbang angka cukup tinggi, dari SMK saja setiap tahun sekitar 35 ribu lulusan,” ungkapnya.

Pada 2027 nanti, Disnaker mengajukan pelaksanaan Job Fair dua kali dalam setahun. (sur)