RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi memperketat pengawasan menyusul temuan tiga kasus positif Hantavirus di Jakarta. Upaya antisipasi dilakukan dengan memperkuat jejaring Puskesmas, terutama di wilayah perbatasan.
“Kita tetap memperkuat jejaring kita di Puskesmas, apalagi di tempat-tempat perbatasan ya kita tetap consern,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Satia Sriwijayanti Anggraini, kepada di plaza Pemkot Bekasi Selasa (19/5) pagi.
Ia menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi siap melakukan langka deteksi dini sebagai upaya antisipasi penyebaran kasus Hantavirus.
Namun Satia menyebut jika ditemukan indikasi kondisi tertentu, maka pemeriksaan akan dilakukan lebih intensif melalui skrining tes darah untuk memastikan kondisi pasien secara pasti.
“Akan melakukan detekasi dini ya tetap, tetapi kalau menjurus ke sana (Hantavirus), pemeriksaannya akan lebih intensif lagi melalui pemeriksaan darahnya, baru kita mengerti apa ini penyebabnya karena virus itu jumlahnya banyak ya,” kata Satia.
Meski begitu, sejauh ini ia mengonfirmasi bahwa penyebaran hantavirus belum terdeteksi di wilayah Kota Patriot. “Hanta virus belum terdeteksi di Kota Bekasi,” jelasnya.
Sementara itu, pada umumnya gejala infeksi Hantavirus mirip flu seperti: Demam tinggi selama tiga hingga empat hari (di atas 38°C), sakit kepala, nyeri perut, dan disertai nyeri punggung.
Lebih jauh, Dinkes Kota Bekasi mengajak masyarakat untuk melakukan pencegahan penyebaran Hantavirus melalui pengendalian hewan pengerat.
Pasalnya, Hantavirus merupakan virus zoonosis yang dibawa hewan pengerat dan sangat beresiko menular ke manusia melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi melalui urine, air liur, atau kotorannya. (zak)









