RADARBEKASI.ID, BEKASI – Permasalahan banjir yang terjadi di Perumahan Dosen IKIP, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih belum mendapat solusi konkrit. Padahal sudah puluhan tahun banjir kerap merendam kawasan tersebut.
Bahkan saat ini banjir tak melulu karena hujan deras. Wilayah tersebut kerap terendam
meski hujan hanya turun 15 sampai 20 menit. Alhasil warga mengadukan hal ini ke DPRD Kota Bekasi, setelah puluhan tahun tidak ada solusi yang berarti.
“Kalau dulu hujan besar banjir. Kalau sekarang tidak, hujan sedikit saja banjir,” kata Ketua RW 02 Perum Dosen IKIP, Heru Suryo Negoro, Senin (18/5).
Perum Dosen IKIP paling rendah dibandingkan kawasan perumahan lain di sekitarnya. Tak heran kawasan perumahan ini paling parah saat dilanda banjir. Polder dan pompa air yang ada di kawasan tersebut dirasa tidak mampu menanggulangi banjir.
“Walaupun di IKIP ada polder, tapi polder itu tidak terlalu bermanfaat untuk warga IKIP karena polder itu letaknya di belakang, jadi polder itu lebih bermanfaat untuk orang-orang atau perumahan di hulu,” ungkapnya.
Heru mengaku telah menyampaikan hal ini di berbagai kesempatan, salah satunya di momen Musrenbang. Namun, sampai dengan saat ini dirasa belum ada jalan keluar untuk warga.
Akibatnya, ada belasan rumah di tiap RT dibiarkan kosong ditinggal penghuninya. Warga yang masih bertahan tinggal di Perum Dosen IKIP telah terbiasa dan memiliki kewaspadaan tinggi setiap kali hujan turun.
Kemarin, mereka mengadukan kondisi yang dialaminya kepada Komisi II DPRD Kota Bekasi. Selanjutnya, warga akan menyampaikan hal ini kepada Wali Kota Bekasi.
“Setelah ini kita akan minta audiensi dengan Wali Kota Bekasi untuk mencari solusi,” tambahnya.
Terpisah Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary menyebut kondisi ini telah dirasakan oleh warga selama puluhan tahun dan sampai saat ini belum ada solusi.
Latu menjabarkan beberapa persoalan yang dihadapi oleh warga Perumahan Dosen IKIP diantaranya banjir akibat luapan kali Jatikramat. Sementara polder dan pompa air di lokasi tidak mampu membebaskan banjir yang kerap merendam kawasan ini.
Permasalahan berikutnya, banyak bangunan yang berdiri di atas turap kali Jatikramat.
Untuk membahas persoalan dan mencari solusi secara menyeluruh, pihaknya menyarankan agar warga juga menyampaikan hal itu kepada Wali Kota Bekasi.
“Sehingga nantinya komisi dua akan mengawal, kita juga kan memanggil atau mendudukkan bersama antara dinas terkait yang menjadi leading sektornya dengan pihak BBWSCC yang menjadi kewenangannya,” ungkapnya.
Menurutnya, persoalan banjir ini tidak bisa diselesaikan hanya di kawasan Perumahan Dosen IKIP saja, melainkan dari hulu ke hilir. Permasalahan ini berpeluang untuk dibahas lantaran masih dalam tahap pembahasan RAPBD tahun 2027.
“Kalaupun harus bertahap alokasi anggarannya silahkan disampaikan yang penting ada goodwill nya. Oleh karenanya kami komisi dua akan memberikan rekomendasi terkait kebijakan apa yang memang nantinya harus dilakukan oleh pemerintah kota,” tambahnya. (sur)











