RADARBEKASI.ID, BEKASI – Warga Kota Bekasi dibuat geger setelah aliran air Kali Rawalumbu di kawasan Jembatan 9 mendadak berubah warna menjadi biru terang.
Fenomena tersebut viral di media sosial dan memicu kekhawatiran masyarakat terkait dugaan pencemaran limbah berbahaya.
Menindaklanjuti ramainya laporan warga, aparatur Kelurahan Bojong Rawalumbu bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi langsung turun ke lokasi untuk melakukan penelusuran.
Lurah Bojong Rawalumbu, Warjan, mengatakan hasil investigasi sementara menunjukkan perubahan warna air bukan berasal dari limbah industri, melainkan akibat tumpahan cat dari sebuah toko bangunan di sekitar lokasi.
Menurut Warjan, insiden itu terjadi saat seorang karyawan toko sedang membersihkan area kerja. Tanpa sengaja, kaleng cat berukuran 25 kilogram dalam kondisi terbuka tersenggol hingga isinya tumpah.
“Ada sebuah toko cat yang karyawannya sedang bersih-bersih, lalu tanpa sengaja menyenggol kaleng cat 25 kilogram yang posisinya terbuka,” ujar Warjan, Senin (18/5).
Karyawan yang panik kemudian membersihkan tumpahan cat menggunakan air. Namun air bercampur cat itu justru mengalir ke saluran drainase dan bermuara langsung ke Kali Rawalumbu hingga membuat warna air berubah mencolok.
“Jadi ini bukan limbah pabrik. Cat yang tumpah terbawa aliran drainase menuju kali,” katanya.
Pihak kelurahan, lanjut Warjan, telah memberikan teguran dan imbauan kepada pemilik usaha agar lebih berhati-hati dalam menangani bahan cat dan tidak membuang sisa material ke saluran air.
“Kami sudah mengingatkan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi karena bisa menimbulkan keresahan warga,” tegasnya.
Sementara itu, meski sumber perubahan warna air telah diketahui, DLH Kota Bekasi tetap melakukan pemeriksaan lanjutan dengan mengambil sampel air di lokasi kejadian.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (PPKLH) DLH Kota Bekasi, Wulan Agustina Triwardani, mengatakan tim UPTD Laboratorium Lingkungan Hidup bersama Pengawas Lingkungan Hidup telah diterjunkan untuk melakukan verifikasi lapangan.
“Saat ini Tim UPTD Lab LH dan PPLH DLH Kota Bekasi sedang melakukan verifikasi lapangan terkait aduan tersebut,” kata Wulan.
Menurutnya, pengambilan sampel dilakukan untuk memastikan tingkat pencemaran dan mengantisipasi kemungkinan dampak terhadap kualitas air maupun ekosistem sungai.
“Hasil verifikasi lapangan ini nantinya akan menjadi dasar tindak lanjut resmi dari DLH Kota Bekasi,” pungkasnya.
Sebelumnya, video aliran Kali Rawalumbu yang berubah warna menjadi biru terang ramai beredar di media sosial. Banyak warga menduga fenomena tersebut dipicu pencemaran limbah industri karena warna air terlihat mencolok dan tidak biasa. (rez)











