Berita Bekasi Nomor Satu

Hasil Polling: Mayoritas Responden Ragukan Nanik Pimpin BGN, Beri Tenggat Enam Bulan Buktikan Kinerja

Kepala BGN, Nanik S Deyang. FOTO: BGN

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Penunjukan Nanik S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Dadan Hindayana menuai beragam respons dari masyarakat. Hal itu tercermin dalam polling yang dilakukan melalui platform Instagram dan TikTok oleh delapan media, yakni Metropolitan, Metrobogor, Radar Bandung, Radar Cianjur, Radar Bekasi, Radar Sukabumi, Radar Depok, dan Pojoksatu yang tergabung dalam Indo Satu Media Grup.

Polling yang berlangsung pada pekan pertama Juni 2026 tersebut berhasil menjaring 5.083 responden dengan total 113.078 tayangan, memberikan gambaran mengenai persepsi publik terhadap figur dan kepemimpinan baru di lembaga yang mengawal program Makan Bergizi Gratis (MBG) tersebut.

Hasil polling menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengenal Nanik S Deyang sebagai sosok yang pernah menjadi tim sukses Presiden Prabowo Subianto pada Pilpres 2019. Dari 842 responden yang menjawab pertanyaan pertama, sebanyak 54,27 persen menyebut mengenal Nanik sebagai tim sukses Prabowo, sementara 45,73 persen mengenalnya sebagai wartawan atau jurnalis.

Ketika ditanya mengenai ketepatan penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN, mayoritas responden memberikan penilaian negatif. Dari 756 pemilih, sebanyak 65,34 persen menilai penunjukan tersebut kurang tepat, sedangkan 34,66 persen menyatakan sudah tepat.

Pandangan serupa juga terlihat dalam pertanyaan mengenai harapan terhadap perubahan di tubuh BGN dan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Sebanyak 68,82 persen responden mengaku tidak yakin akan terjadi perubahan positif di bawah kepemimpinan Nanik S Deyang. Hanya 31,18 persen yang menyatakan yakin.

Meski demikian, mayoritas responden menilai kepemimpinan baru perlu diikuti dengan langkah pembenahan internal. Dalam pertanyaan mengenai perlunya perombakan besar di lingkungan BGN, sebanyak 65,75 persen responden menyatakan perlu dilakukan reformasi internal, sementara 34,25 persen menilai hal tersebut tidak diperlukan.

Tingkat optimisme publik terhadap kemampuan Nanik membawa perubahan positif juga masih tergolong rendah. Dari 874 responden yang menjawab pertanyaan terkait tingkat keyakinan, sebanyak 59,04 persen menilai peluang keberhasilan berada di bawah 50 persen. Sementara itu, 40,96 persen responden memberikan tingkat keyakinan di atas 50 persen.

Menariknya, meskipun mayoritas responden masih meragukan efektivitas kepemimpinan baru di BGN, publik tampak memberi ruang bagi Nanik untuk membuktikan kinerjanya. Sebanyak 60,23 persen responden menilai diperlukan waktu sekitar enam bulan untuk menilai baik atau buruknya kinerja Nanik sebagai Kepala BGN. Adapun 39,77 persen lainnya berpendapat evaluasi yang lebih objektif dapat dilakukan setelah satu tahun menjabat.

Ketua Forum Pemimpin Redaksi Indo Satu Media Azamunawar, menilai hasil polling tersebut menunjukkan adanya ekspektasi sekaligus kehati-hatian publik terhadap kepemimpinan baru di Badan Gizi Nasional.

Menurutnya, tingginya angka responden yang meragukan penunjukan maupun kemampuan Nanik membawa perubahan positif tidak dapat dilepaskan dari besarnya perhatian masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

“Hasil polling ini menunjukkan bahwa publik memiliki harapan besar terhadap BGN karena lembaga ini mengelola program yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan masa depan generasi Indonesia. Karena itu, pergantian kepemimpinan tentu menjadi perhatian luas,” ujar Azamunawar.

Ia menilai masyarakat saat ini belum sepenuhnya melihat rekam jejak Nanik S Deyang dalam konteks pengelolaan program berskala nasional di bidang gizi dan pangan. Namun demikian, publik masih memberikan kesempatan bagi Kepala BGN yang baru untuk membuktikan kinerjanya.

“Menariknya, mayoritas responden justru memilih memberikan waktu enam bulan untuk melakukan penilaian. Artinya, meskipun saat ini masih banyak yang ragu, masyarakat tetap membuka ruang bagi Nanik untuk menunjukkan kapasitas, melakukan pembenahan internal, dan memastikan program MBG berjalan efektif,” katanya.

Azamunawar menambahkan bahwa hasil polling ini seharusnya menjadi masukan positif bagi pimpinan BGN untuk memperkuat komunikasi publik, meningkatkan transparansi, serta menunjukkan capaian-capaian konkret yang dapat dirasakan masyarakat.

“Kepercayaan publik tidak dibangun melalui jabatan atau penunjukan semata, tetapi melalui kinerja yang terukur, transparansi, dan hasil yang nyata. Jika dalam enam bulan ke depan BGN mampu menunjukkan perbaikan tata kelola dan keberhasilan program di lapangan, persepsi publik tentu bisa berubah,” ujarnya.

Secara umum, hasil polling menunjukkan bahwa penunjukan Nanik S Deyang masih menghadapi tantangan persepsi publik. Keraguan terhadap efektivitas kepemimpinannya cukup dominan.

Namun di sisi lain masyarakat tetap memberikan kesempatan bagi kepala BGN yang baru untuk menunjukkan kinerja dan membuktikan kemampuannya dalam memperbaiki tata kelola lembaga serta memastikan keberhasilan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.

Polling ini merupakan jajak pendapat media sosial dan tidak dapat dianggap sebagai survei ilmiah yang mewakili seluruh populasi masyarakat Indonesia. Namun demikian, hasilnya memberikan gambaran awal mengenai sentimen publik terhadap pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional.(*)