RADARBEKASI.ID, BEKASI – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, didampingi Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Ida Farida, melakukan kunjungan kerja ke PT Enkei Indonesia, Cikarang Selatan, Selasa (23/6).
Dalam kunjungan tersebut, Plt. Bupati Bekasi meninjau langsung aktivitas produksi perusahaan serta berdialog dengan jajaran manajemen, serikat pekerja, dan para pemangku kepentingan terkait. Kehadiran Pemerintah Kabupaten Bekasi tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan dunia usaha yang selama ini menjadi salah satu motor penggerak perekonomian daerah sekaligus penyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Asep Surya Atmaja menyampaikan apresiasi kepada PT Enkei Indonesia yang telah berinvestasi dan berkembang di Kabupaten Bekasi serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan industri dan penyerapan tenaga kerja. Menurutnya, keberadaan industri harus mampu menciptakan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya dalam membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan warga Kabupaten Bekasi.
“Kami mengapresiasi PT Enkei Indonesia yang selama ini telah menjadi bagian penting dari perkembangan industri di Kabupaten Bekasi. Perusahaan ini tidak hanya berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat,” ujar Asep.

Plt Bupati Bekasi menegaskan terkait ketenagakerjaan yang menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kabupaten Bekasi. Dengan jumlah angkatan kerja yang terus meningkat setiap tahunnya, pemerintah daerah terus berupaya menekan angka pengangguran melalui berbagai kebijakan yang berpihak kepada tenaga kerja lokal.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi memiliki komitmen kuat dalam melindungi hak-hak pekerja sekaligus memastikan masyarakat Kabupaten Bekasi memperoleh kesempatan yang lebih besar untuk bekerja di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayahnya.
“Kami terus mendorong agar perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Bekasi memberikan prioritas kepada calon tenaga kerja asli Kabupaten Bekasi sesuai kebutuhan dan kompetensi yang dimiliki,” tegasnya.
Selain mendorong penyerapan tenaga kerja lokal, Plt. Bupati Bekasi juga memberikan perhatian serius terhadap keberlangsungan hubungan kerja di perusahaan. Di hadapan manajemen PT Enkei Indonesia, ia menegaskan pentingnya menjaga stabilitas ketenagakerjaan dan menghindari terjadinya pemutusan hubungan kerja secara sepihak yang dapat berdampak langsung terhadap kehidupan para pekerja dan keluarganya.

Asep menyampaikan bahwa kondisi ketenagakerjaan saat ini membutuhkan sinergi dan tanggung jawab bersama antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja. Oleh karena itu, perusahaan diharapkan dapat mengedepankan dialog dan musyawarah dalam menyelesaikan setiap persoalan ketenagakerjaan.
“Saya menitipkan pesan kepada manajemen PT Enkei Indonesia agar terus menjaga para pekerjanya. Jangan sampai terjadi pemutusan hubungan kerja secara sepihak. Kita harus menjaga stabilitas ketenagakerjaan bersama-sama karena angka pengangguran di Kabupaten Bekasi masih cukup tinggi dan menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap pekerja memiliki peran penting dalam mendukung keberlangsungan perusahaan. Karena itu, perlindungan terhadap tenaga kerja harus menjadi bagian dari komitmen bersama dalam membangun hubungan industrial yang sehat, harmonis, dan berkelanjutan.
“Tenaga kerja bukan hanya bagian dari proses produksi, tetapi aset penting perusahaan. Oleh sebab itu, hak-hak pekerja harus dijaga dan hubungan industrial yang harmonis harus terus dibangun agar produktivitas perusahaan meningkat dan kesejahteraan pekerja tetap terjamin,” lanjutnya.
Plt Bupati Bekasi juga menekankan pentingnya transparansi dalam proses rekrutmen tenaga kerja. Ia meminta agar seluruh informasi lowongan pekerjaan dapat disampaikan secara terbuka melalui Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi sehingga masyarakat memperoleh akses informasi yang adil dan merata. Langkah tersebut penting untuk menutup ruang praktik percaloan tenaga kerja yang selama ini merugikan pencari kerja dan mencederai prinsip keadilan dalam proses perekrutan.
“Kami ingin seluruh proses rekrutmen berjalan secara terbuka dan transparan. Informasi lowongan kerja harus disampaikan melalui Dinas Ketenagakerjaan sehingga masyarakat dapat mengaksesnya dengan mudah. Jangan ada ruang bagi praktik percaloan karena yang dibutuhkan dunia industri adalah tenaga kerja yang kompeten dan siap bekerja,” katanya.
Selain berbicara mengenai perlindungan tenaga kerja, Asep juga memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus menjaga iklim investasi yang kondusif bagi dunia usaha. Menurutnya, investasi dan ketenagakerjaan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan karena pertumbuhan investasi akan berdampak langsung terhadap penciptaan lapangan kerja baru.
Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi berkomitmen memberikan dukungan kepada perusahaan-perusahaan yang berinvestasi dan berkembang di daerah, termasuk dalam hal pelayanan publik, perizinan, serta koordinasi lintas perangkat daerah yang diperlukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami ingin investasi terus tumbuh di Kabupaten Bekasi. Pemerintah daerah siap mendukung dunia usaha dan memberikan kemudahan pelayanan, termasuk terkait perizinan dan kebutuhan administrasi lainnya sesuai aturan yang berlaku. Ketika investasi berkembang, maka lapangan kerja juga akan semakin terbuka dan manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai daerah industri terbesar di Indonesia, Kabupaten Bekasi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keseimbangan antara kepentingan investasi dan perlindungan tenaga kerja. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi terus memperkuat program peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri yang dilaksanakan melalui Balai Latihan Kerja dan berbagai program pengembangan sumber daya manusia lainnya.
“Pemerintah Kabupaten Bekasi akan terus hadir menjaga iklim investasi yang sehat dan kondusif. Namun di saat yang sama, kami juga akan terus berdiri bersama para pekerja untuk memastikan hak-haknya terlindungi. Investasi harus tumbuh, perusahaan harus berkembang, dan masyarakat Kabupaten Bekasi harus menjadi pihak yang paling merasakan manfaatnya,” tutup Asep.(and/*)











