RADARBEKASI.ID, BEKASI – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bekasi menyiapkan program pemagangan yang akan mulai dijalankan pada 2027. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah menekan angka pengangguran terbuka yang saat ini masih berada di level 7,33 persen.
Kepala Disnaker Kota Bekasi, Dzikron, mengatakan program pemagangan akan melibatkan perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kota Bekasi. Peserta program diprioritaskan merupakan warga Kota Bekasi agar memperoleh pengalaman kerja sebelum memasuki dunia industri.
“Tahun depan insyaallah kita akan mencoba program pemagangan. Konsepnya hampir sama seperti program yang dijalankan pemerintah pusat, tetapi alokasinya khusus untuk masyarakat Kota Bekasi dan perusahaan yang ada di Kota Bekasi agar bisa saling mendukung,” ujar Dzikron, Rabu (8/7).
Menurutnya, program magang menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing pencari kerja, terutama lulusan baru yang masih terkendala minimnya pengalaman kerja.
“Salah satu cara menempatkan tenaga kerja itu awalnya harus magang dulu, sehingga mereka memiliki pengalaman kerja. Nanti setelah magang, terserah perusahaan apakah langsung merekrut menjadi karyawan atau memperpanjang masa kerja mereka sesuai kebutuhan,” katanya.
Dzikron menjelaskan, berdasarkan kondisi ketenagakerjaan saat ini, jumlah pengangguran di Kota Bekasi masih didominasi kelompok angkatan kerja. Meski demikian, iklim industri di Kota Bekasi dinilai masih cukup kondusif.
Hal itu tercermin dari jumlah perusahaan yang mengajukan pencatatan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) atau kontrak kerja yang masih lebih banyak dibandingkan perusahaan yang melaporkan pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Di sektor industri memang ada perusahaan yang melakukan PHK dan melaporkannya kepada kami sebagai dasar pekerja untuk mengurus klaim BPJS Ketenagakerjaan. Namun jika dibandingkan, jumlah perusahaan yang mengajukan pencatatan PKWT masih lebih banyak. Jadi kondisi ketenagakerjaan kita masih relatif positif,” jelasnya.
Ia berharap berbagai program yang dijalankan Pemerintah Kota Bekasi di bidang ketenagakerjaan, mulai dari pelaksanaan Job Fair hingga program pemagangan yang tengah disiapkan, dapat memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka pengangguran pada tahun depan.
“Saat ini angka pengangguran Kota Bekasi berada di 7,33 persen. Mudah-mudahan tahun depan bisa berkurang lagi. Kalau penurunannya bisa nol koma sekian persen saja dalam setahun, itu sudah sangat bagus,” pungkasnya. (zak)











