RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kota Bekasi dinilai menjadi daerah yang paling siap menyambut pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Hasil peninjauan Komisi V DPRD Jawa Barat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jawa Barat menunjukkan kesiapan venue dan dukungan pemerintah daerah telah memasuki tahap akhir.
Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan Kota Bekasi sebagai salah satu tuan rumah utama Porprov Jawa Barat bersama Kota Bogor dan Kota Depok.
“Alhamdulillah hari ini Komisi V DPRD Jawa Barat bersama Kadispora Jawa Barat datang melihat kesiapan Kota Bekasi sebagai tuan rumah Porprov. Venue yang sudah kita bangun sebagian besar telah selesai, sementara sisanya akan kami tuntaskan paling lambat Oktober,” ujar Harris, Rabu (8/7).
Ia mengatakan Stadion Patriot Candrabhaga yang menjadi lokasi peninjauan akan digunakan sebagai tempat pembukaan atau opening ceremony Porprov XV Jawa Barat.
“Insyaallah Stadion Patriot siap menjadi lokasi pembukaan Porprov Jawa Barat,” katanya.
Kepala Dispora Jawa Barat Hery Antasari mengapresiasi komitmen Pemerintah Kota Bekasi dalam mempersiapkan ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Menurutnya, dari hasil peninjauan, Kota Bekasi menunjukkan kesiapan yang paling baik dibandingkan daerah tuan rumah lainnya.
“Kami senang sekali melihat kesiapan Kota Bekasi. Dari sisi anggaran tidak ada persoalan dan komitmen pemerintah daerah juga sangat kuat. Sampai saat ini Kota Bekasi menjadi daerah yang paling siap,” ucap Hery.
Ia menyebut kesiapan venue di Kota Bekasi telah mencapai sekitar 99 persen. Dari total 47 cabang olahraga yang akan dipertandingkan, hanya beberapa venue yang masih dalam tahap penyelesaian akhir.
“Tadi yang dilaporkan Pak Kadispora Kota Bekasi dan Ketua PB Porprov Kota Bekasi, semuanya masih on track. Tinggal finishing beberapa venue cabang olahraga,” katanya.
Hery menjelaskan, penyelenggaraan Porprov kali ini menggunakan konsep tuan rumah bersama di 14 kabupaten dan kota. Kebijakan itu diambil karena Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak mengalokasikan bantuan pembangunan venue baru akibat keterbatasan anggaran.
“Kalau ada cabang olahraga yang venue-nya tidak dimiliki Kota Bekasi, akan digelar di daerah pendamping. Jadi tidak perlu membangun venue baru yang nantinya justru menjadi beban pemeliharaan,” jelasnya.
Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat Hasbullah Rahmad menilai penyelenggaraan Porprov bukan hanya menjadi ajang pembinaan prestasi olahraga, tetapi juga berpotensi menggerakkan perekonomian daerah.
Menurutnya, Kota Bekasi akan menjadi pusat pelaksanaan Porprov dengan mempertandingkan 47 cabang olahraga dan 626 nomor pertandingan selama 13 hari.
“Ini bukan hanya bicara prestasi, tetapi juga bagaimana menggerakkan ekonomi lokal. UMKM, kuliner, hotel hingga sektor pariwisata akan ikut merasakan dampaknya,” ujar Hasbullah.
Ia juga mengingatkan agar penyelenggaraan Porprov tidak hanya sukses dalam prestasi, tetapi juga tertib secara administrasi mengingat anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp137 miliar.
“Jangan sampai sukses sebagai tuan rumah, tetapi setelah kegiatan selesai justru muncul persoalan administrasi. Sukses prestasi harus dibarengi sukses administrasi,” tegasnya.
Hasbullah juga menepis isu penundaan Porprov yang sempat beredar di sejumlah daerah. Menurutnya, hingga saat ini seluruh tahapan persiapan masih berjalan sesuai jadwal.
“Tidak ada wacana Porprov diundur. Semua tahapan sudah disusun dan tetap berjalan. Porprov ini menjadi langkah awal menyiapkan atlet Jawa Barat menghadapi PON 2028, jadi tidak mungkin dibatalkan,” pungkasnya. (rez)











