RADARBEKASI.ID, BEKASI – Keterbatasan lahan menjadi tantangan Pemerintah Kota Bekasi dalam membangun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Kondisi itu membuat pemerintah melirik lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) di kawasan perumahan sebagai salah satu alternatif lokasi pembangunan.
Sebagaimana diketahui, KDKMP membutuhkan lahan seluas sedikitnya 1.000 meter persegi untuk bangunan dan area parkir. Ketersediaan lahan dengan luasan tersebut dinilai sulit dipenuhi di wilayah perkotaan seperti Kota Bekasi.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi masih berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari lokasi yang memenuhi persyaratan pembangunan koperasi. Kebutuhan lahan yang cukup luas menjadi kendala di tengah terbatasnya aset yang tersedia.
“Karena di Bekasi ini lahannya cukup sulit untuk mendapatkan seluas yang dibutuhkan oleh koperasi,” ujar Bobihoe, Senin (13/7).
Menurut Bobihoe, salahsatu alternatif yang dipertimbangkan adalah memanfaatkan lahan fasilitas sosial dan fasilitas umum (fasos-fasum) di kawasan perumahan. Namun, pemanfaatan lahan tersebut harus mendapat persetujuan dari warga setempat.
“Ini kita negosiasi dengan komplek. Kalau memang mereka memberikan izin, kita bangun di situ,” katanya.
BACA JUGA: Sekretariat Kabinet Turunkan Tim Evaluasi Koperasi Merah Putih di Cikiwul
Meski menghadapi kendala lahan, pembangunan KDKMP di Kota Bekasi tetap berjalan. Dari 11 koperasi yang direncanakan, empat unit telah selesai dibangun, satu masih dalam proses penetapan lokasi, sedangkan enam lainnya masih dalam tahap pembangunan fisik.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (DiskopUKM) Kota Bekasi, Herbert Suyanto Wilprit Panjaitan, mengatakan progres pembangunan enam koperasi tersebut bervariasi.
“Sekitar enam yang proses fisik (dalam pembangunan), progresnya ada yang 30 persen sampai 70 persen,” ujarnya.
Sementara itu, empat koperasi yang telah rampung dibangun kini tinggal menunggu persetujuan operasional dari PT Agrinas Pangan Nusantara. Herbert memastikan sarana pendukung, termasuk kendaraan operasional koperasi, telah tersedia.
“Yang empat menunggu ACC dari Agrinas, tapi sarana pendukung sudah dikirim,” jelasnya. (sur)











