RADARBEKASI.ID, BEKASI – Komisi II DPRD Kota Bekasi meminta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Ciketing Udik, Bantargebang mengutamakan penyerapan tenaga kerja lokal.
Proyek strategis nasional tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi pengelolaan sampah, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi warga Kota Bekasi.
Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, mengatakan pihaknya akan mengawal proses pembangunan PSEL, termasuk memastikan kesempatan kerja lebih banyak diberikan kepada masyarakat lokal.
“Tentunya kami mengawal terkait tenaga kerja lokal. Jangan sampai nanti kebanyakan warga negara asing (WNA) yang bekerja di PSEL ini,” ujar Anton.
Menurutnya, harapan tersebut juga telah disampaikan saat kunjungan ke China bersama Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dan jajaran. Dalam kesempatan itu, pihaknya meminta agar perusahaan pengelola mengutamakan perekrutan warga Kota Bekasi.
“Kami berharap tenaga kerja lokal yang harus diutamakan, terutama warga Kota Bekasi. Hari ini mencari pekerjaan juga tidak mudah, sehingga masyarakat sekitar harus mendapat kesempatan lebih dulu,” katanya.
Anton berharap kehadiran PSEL dapat membantu menekan angka pengangguran di Kota Bekasi, khususnya di wilayah Bantargebang yang menjadi lokasi pembangunan proyek.
“Harapan terdekat tentu bisa mengurangi pengangguran di lingkungan kita. Yang kedua, tenaga kerja lokal benar-benar harus diperhatikan,” ucapnya.
Ia menjelaskan, peluang kerja tidak hanya diberikan pada posisi yang membutuhkan keahlian khusus, tetapi juga pekerjaan umum seperti petugas kebersihan, keamanan, hingga tenaga operasional yang memungkinkan diisi masyarakat sekitar.
“Kalau untuk tenaga kebersihan, security, dan pekerjaan yang kompetensinya tidak terlalu berat, saya berharap bisa diprioritaskan untuk warga lokal. Sedangkan posisi yang membutuhkan keahlian khusus tetap mengikuti aturan dan standar perusahaan,” jelasnya.
Selain penyerapan tenaga kerja, Anton juga berharap pembangunan PSEL segera direalisasikan mengingat kondisi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Sumur Batu yang semakin penuh.
“Target kami tentu pembangunan segera dilaksanakan. TPST kita sudah darurat, sampah semakin menggunung. Mudah-mudahan dengan adanya PSEL bisa mengurangi persoalan sampah di Kota Bekasi,” tandasnya (rez).











