RADARBEKASI.ID, BEKASI – Stasiun Bekasi Ekstensi yang menjadi bagian dari kawasan Transit Oriented Development (TOD) Summarecon mulai dibangun. Proyek yang berlokasi di Jalan Ir. H. Juanda, di sisi Stasiun Bekasi, itu ditargetkan rampung dalam waktu 18 bulan.
Presiden Direktur PT Summarecon Agung Tbk, Adrianto P. Adhi, mengatakan Stasiun Bekasi Ekstensi dibangun untuk mengurangi kepadatan penumpang di Stasiun Bekasi yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.
“Stasiun yang ada sekarang sudah dibangun Kementerian Perhubungan dan sangat baik. Namun dengan perkembangan penduduk Bekasi yang sangat padat, kondisinya menjadi crowded. Kehadiran stasiun ekstensi ini akan memecah kepadatan penumpang,” ujar Adhi saat seremoni peletakan batu pertama TOD Summarecon Stasiun Bekasi Ekstensi, Jumat (24/7).
Menurut Adhi, Stasiun Bekasi Ekstensi akan melayani penumpang dari arah barat dan selatan. Sementara Stasiun Bekasi yang sudah beroperasi akan lebih banyak melayani masyarakat dari arah utara dan timur.
“Inisiatif ini akan mendukung mobilitas masyarakat yang lebih efisien, meningkatkan konektivitas kawasan, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih berkelanjutan,” ungkapnya.
Stasiun Bekasi Ekstensi dibangun di atas lahan seluas 7.038 meter persegi dengan luas bangunan mencapai 6.733 meter persegi. Bangunan tersebut terdiri atas tiga lantai yang dilengkapi koridor penghubung dan sky bridge. Untuk merealisasikan proyek ini, Summarecon menginvestasikan dana sebesar Rp78 miliar.
“Kita akan bangun dalam waktu 18 bulan. Dengan (investasi,red) Rp78 miliar,” ucapnya
Pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi yang merupakan bagian dari TOD Summarecon mendapat dukungan pemerintah pusat dan daerah. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan bersama Kementerian Perhubungan berperan dalam menyinkronkan pembangunan agar sejalan dengan prinsip TOD Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyambut baik pembangunan tersebut. Menurut dia, kehadiran Stasiun Bekasi Ekstensi bukan sekadar menambah infrastruktur, tetapi juga menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang mendukung mobilitas masyarakat.
“Hadirnya Stasiun Bekasi Ekstensi bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik. Harapannya menjadi kawasan yang semakin produktif mendukung mobilitas, kemudahan aktivitas masyarakat, dan pengembangannya sesuai dengan prinsip TOD Indonesia,” ujar AHY.
Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, menilai pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi dalam mendukung TOD Summarecon merupakan langkah strategis dalam pengembangan jaringan perkeretaapian nasional. Menurut dia, pembangunan saat ini tidak lagi hanya berfokus pada penyediaan infrastruktur, tetapi juga mendorong pengembangan kawasan berbasis TOD.
“Dewasa ini tidak lagi hanya berorientasi pada penyediaan infrastruktur, melainkan sebuah lompatan besar dalam mewujudkan pengembangan kawasan berbasis TOD yang berdampak pada peningkatan kualitas tata ruang perkotaan serta mendorong masyarakat beralih ke transportasi massal,” ungkapnya.
Ia berharap perluasan Stasiun Bekasi mampu meningkatkan kapasitas layanan, memperkuat integrasi antarmoda, serta mengakomodasi lonjakan penumpang Commuter Line maupun kereta api jarak jauh dengan standar pelayanan yang lebih baik.
Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, mengatakan peletakan batu pertama tersebut menjadi simbol langkah maju menuju tata ruang kota yang lebih baik, mobilitas yang lebih efisien, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. Menurut dia, Bekasi merupakan kawasan strategis yang terus berkembang sebagai pusat ekonomi, hunian, dan mobilitas masyarakat.
“Dengan hadirnya kawasan TOD, kita berharap Bekasi tidak hanya menjadi simpul pergerakan, tetapi juga menjadi kawasan yang nyaman, produktif, dan layak huni. Sekali lagi terima kasih kepada PT Summarecon Agung Tbk yang telah menggagas acara dan pembangunan ini,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyambut baik pembangunan Stasiun Bekasi Ekstensi. Menurut dia, proyek tersebut menjadi TOD pertama di Kota Bekasi yang mengintegrasikan kereta api, LRT, dan angkutan umum lainnya sehingga memudahkan perpindahan antarmoda.
“Alhamdulillah, Kota Bekasi mendapatkan berkah karena Summarecon membangun kawasan TOD yang terbesar di Kota Bekasi. Ini menjadi sarana yang menghubungkan berbagai moda transportasi, sehingga mempermudah masyarakat yang turun dari kereta bisa langsung terhubung dengan transportasi lainnya,” katanya.
Harris menambahkan, konsep TOD sejalan dengan arah pembangunan Kota Bekasi yang mendorong pengembangan hunian vertikal di sekitar simpul transportasi.
“Sejak awal kami memang memiliki pemikiran membangun kota modern dengan konsep hunian vertikal. Pembangunan hunian akan diarahkan berada di sekitar simpul transportasi seperti TOD agar masyarakat tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk bekerja maupun pulang ke rumah,” ujarnya. (oke/rez)











