RADARBEKASI.ID, BEKASI – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Ahmadi, mengajak masyarakat memperkuat ketahanan keluarga serta meningkatkan pendidikan agama dan moral sebagai upaya mencegah berbagai perilaku yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai agama dan norma sosial.
Ajakan tersebut disampaikan Ahmadi saat menggelar kegiatan reses di RT 002 RW 012, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, belum lama ini. Dalam kesempatan itu, ia turut menanggapi pernyataan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi yang sebelumnya menyebut adanya sekitar 6.000 individu LGBT di Kota Bekasi. Angka tersebut merupakan informasi yang disampaikan MUI dan belum dipaparkan sebagai data resmi pemerintah.
Menurut Ahmadi, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda agar tumbuh sesuai dengan ajaran agama dan nilai-nilai yang berlaku di masyarakat.
“Perilaku menyimpang seperti LGBT jangan sampai berkembang pesat. Agama sudah jelas melarang untuk menyukai sesama jenis,” ujar Ahmadi di hadapan warga.
Politisi PKB yang pernah mengenyam pendidikan di lingkungan pesantren itu menegaskan bahwa dirinya menjunjung tinggi sikap saling menghormati terhadap setiap individu. Namun, ia menyatakan tidak sependapat dengan praktik hubungan sesama jenis karena bertentangan dengan keyakinan agama yang dianutnya.
“Kalau bicara toleransi, saya pribadi dari PKB sangat menghargai hal tersebut. Akan tetapi, saya tidak membenarkan adanya praktik penyimpangan seksual,” tegasnya.
Ahmadi menilai upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama melalui penguatan peran keluarga, pendidikan, tokoh agama, dan lingkungan masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak menjadi salah satu langkah penting untuk membangun karakter generasi muda.
Ia juga mengajak Pemerintah Kota Bekasi bersama seluruh elemen masyarakat memperkuat program edukasi, pembinaan moral, serta kegiatan positif di lingkungan permukiman sebagai bentuk ikhtiar menjaga ketahanan sosial.
“Kepada masyarakat dan Pemerintah Kota Bekasi, mari bersama-sama menekan penyebaran LGBT di lingkungan sekitar. Jangan sampai ada keluarga ataupun keturunan kita yang terjerumus dalam perilaku menyimpang tersebut,” tutup Ahmadi.
Kegiatan reses tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan aspirasi sekaligus berdialog mengenai berbagai persoalan sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat, termasuk pentingnya memperkuat peran keluarga dan pendidikan karakter sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia di Kota Bekasi.(adv/*)











