Berita Bekasi Nomor Satu

Anggota DPRD Kota Bekasi Chairun Nisa Ingatkan Bahaya Penipuan Online Semakin Marak

Anggota DPRD Kota Bekasi, Chairun Nisa.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Meningkatnya kasus penipuan berbasis digital menjadi perhatian serius Anggota DPRD Kota Bekasi, Chairun Nisa. Politisi tersebut mengingatkan masyarakat agar tidak lengah menghadapi beragam modus kejahatan siber yang terus berkembang seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi.

Menurut Chairun Nisa, perkembangan teknologi memang membawa banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Namun di balik manfaat tersebut, ruang digital juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi penipuan dengan berbagai cara yang semakin canggih.

“Kita hidup di era digital di mana teknologi menjadi alat bantu yang memudahkan aktivitas masyarakat. Namun di sisi lain, teknologi juga membuka peluang bagi pelaku kejahatan untuk menipu masyarakat dengan berbagai modus baru,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, tingginya jumlah pengguna internet di Kota Bekasi menjadi alasan mengapa literasi digital harus terus diperkuat. Dari sekitar 2,8 juta penduduk Kota Bekasi, sebanyak 2,2 juta di antaranya telah terhubung dengan internet dan aktif menggunakan media sosial maupun berbagai platform digital.

“Kita wajib menjadi bagian dari sumber daya manusia Kota Bekasi yang cerdas digital. Hampir setiap orang menghabiskan waktunya di media sosial. Karena itu, masyarakat harus memiliki kemampuan untuk melindungi diri dari berbagai praktik penipuan digital,” katanya.

Chairun Nisa juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap setiap informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, penyebaran hoaks kini semakin sulit dikenali karena didukung teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

“Ciri-cirinya antara lain menggunakan judul yang sensasional, gambar atau video hasil rekayasa AI, sumber informasi yang tidak jelas, hingga narasi yang sengaja dibuat untuk memancing kepanikan,” jelasnya.

Ia mengajak masyarakat membiasakan diri melakukan verifikasi sebelum mempercayai ataupun membagikan informasi kepada orang lain.

“Tarik napas, cek faktanya, cari informasi dari sumber yang kredibel, lalu luruskan secara santun. Jangan ikut menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya,” tegasnya.

Selain penyebaran hoaks, Chairun Nisa menyoroti maraknya penipuan melalui SMS, WhatsApp, email, hingga sambungan telepon yang meminta data pribadi maupun kode One Time Password (OTP) untuk mengakses rekening atau akun korban.

“Jangan pernah memberikan kode OTP kepada siapa pun. Saat menerima file, tautan, atau pesan dari nomor yang tidak dikenal melalui SMS, WhatsApp, maupun email, jangan langsung dibuka sebelum melakukan cross check atau konfirmasi terlebih dahulu. Kewaspadaan masyarakat adalah benteng utama agar tidak menjadi korban penipuan online,” pungkasnya.(adv/*)