Berita Bekasi Nomor Satu

Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi Faisal: Kalimalang Siap Jadi Destinasi Unggulan Kota Bekasi

Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal.

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Wakil Ketua II DPRD Kota Bekasi, Faisal, mendorong percepatan pengembangan kawasan Wisata Air Kalimalang sebagai destinasi wisata terpadu yang menggabungkan wisata air, pusat kuliner, dan ruang promosi produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi besar menjadi ikon baru Kota Bekasi sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.

Faisal mengatakan, konsep pengembangan Kalimalang harus dirancang secara modern agar mampu bersaing dengan destinasi wisata unggulan di berbagai daerah, bahkan memiliki daya tarik hingga tingkat nasional dan internasional.

“Wisata Air Kalimalang harus menjadi destinasi baru yang memiliki daya saing. Dengan konsep yang tepat, kawasan ini bisa menjadi kebanggaan Kota Bekasi dan dikenal secara nasional bahkan internasional,” ujar Faisal.

Menurut politisi Partai Golkar itu, keberadaan kawasan wisata terpadu akan memberikan dampak ekonomi yang luas. Tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM, pedagang, jasa parkir, hingga sektor perhotelan.

Ia mencontohkan geliat ekonomi di kawasan Malioboro, Yogyakarta, yang mampu menghidupkan berbagai sektor usaha masyarakat. Potensi serupa dinilai sangat mungkin diwujudkan di Kota Bekasi apabila Kalimalang dikelola secara profesional.

“Bayangkan jika satu juta wisatawan datang ke Kalimalang dan membelanjakan rata-rata Rp500 ribu per orang. Perputaran uang bisa mencapai Rp500 miliar. Dampaknya akan dirasakan UMKM, pedagang, jasa parkir, hingga masyarakat sekitar,” katanya.

Faisal juga menilai Kota Bekasi membutuhkan sentra wisata kuliner yang mampu menampilkan beragam produk khas daerah. Selama ini wisatawan dinilai kesulitan menemukan pusat oleh-oleh yang menyajikan makanan khas Bekasi seperti Dodol Betawi, Bandeng Rorod, Kembang Goyang, Akar Kelapa, serta berbagai produk olahan lokal lainnya.

Selain sektor pariwisata, Faisal meminta Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat pembangunan infrastruktur pendidikan dengan menambah unit SMP dan SMA negeri. Menurutnya, keterbatasan daya tampung sekolah negeri masih menjadi keluhan masyarakat setiap tahun.

“Pemerintah memiliki kewajiban memenuhi program wajib belajar 12 tahun. Karena itu, penambahan sekolah negeri harus menjadi prioritas agar seluruh anak di Kota Bekasi memperoleh akses pendidikan yang layak,” tegasnya.

Faisal optimistis, melalui pengembangan kawasan Wisata Air Kalimalang yang terintegrasi dengan pemberdayaan UMKM, peningkatan layanan pendidikan, serta pembangunan kota yang berkelanjutan, Kota Bekasi akan semakin kompetitif sebagai kota metropolitan yang nyaman, produktif, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(adv/*)