Berita Bekasi Nomor Satu
DPRD  

Anggota DPRD Kota Bekasi Siti Mukhliso Ajak Gen Z Bantargebang Peduli Lingkungan

Anggota DPRD Kota Bekasi, Siti Mukhliso

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Rendahnya kepedulian sebagian generasi muda terhadap persoalan lingkungan dan sosial menjadi perhatian Anggota DPRD Kota Bekasi dari Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Mustikajaya, Rawalumbu, dan Bantargebang, Siti Mukhliso. Menurutnya, kawasan Bantargebang yang terus menghadapi berbagai tantangan lingkungan membutuhkan lebih banyak anak muda yang mau terlibat, peduli, dan menjadi bagian dari solusi.

Pesan tersebut disampaikan Siti Mukhliso saat menggelar Reses bersama puluhan pemuda Generasi Z di Bantargebang. Berbeda dengan reses pada umumnya, kegiatan itu dikemas sebagai ruang dialog terbuka agar generasi muda dapat menyampaikan pandangan, keresahan, sekaligus gagasan mereka terhadap kondisi lingkungan tempat tinggal.

Dalam dialog tersebut, sejumlah persoalan mengemuka, mulai dari rendahnya partisipasi pemuda dalam kegiatan kemasyarakatan, persoalan kebersihan lingkungan, minimnya ruang kreatif bagi anak muda, hingga tantangan menciptakan peluang ekonomi di tengah perkembangan kawasan Bantargebang. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian bersama agar potensi besar generasi muda tidak terbuang sia-sia.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang akrab disapa Ummi Iceh itu menilai perubahan tidak akan lahir apabila anak muda memilih menjadi penonton. Sebaliknya, generasi muda harus hadir sebagai motor penggerak yang mampu membawa energi positif bagi lingkungan sekitar.

“Kita harus mulai memahami kondisi di sekitar kita. Jangan abai, jangan tidak peduli, dan jangan menunggu tua untuk bisa berkontribusi kepada lingkungan. Perubahan selalu dimulai dari langkah kecil dan dari kepedulian terhadap masyarakat di sekitar kita,” ujar Siti Mukhliso.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Bantargebang tidak cukup diselesaikan melalui pembangunan fisik semata. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama kalangan muda, dalam menjaga kebersihan lingkungan, mengembangkan kegiatan sosial, memperkuat kepedulian terhadap sesama, hingga menciptakan inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sebagai solusi, Siti Mukhliso mendorong Pemerintah Kota Bekasi untuk memperbanyak ruang pemberdayaan pemuda melalui pelatihan keterampilan, pengembangan kewirausahaan, komunitas kreatif, serta kegiatan sosial yang melibatkan Generasi Z. Dengan ruang yang memadai, ia meyakini anak-anak muda akan memiliki wadah untuk menyalurkan ide, kreativitas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Generasi Z bukan hanya calon pemimpin masa depan, tetapi juga pemimpin hari ini. Mereka memiliki kreativitas, kemampuan beradaptasi dengan teknologi, dan semangat yang besar. Tugas kita adalah membuka ruang agar potensi itu berkembang dan memberi manfaat bagi lingkungan,” tegasnya.

Siti Mukhliso berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda terus diperkuat sehingga Bantargebang tidak hanya dikenal karena tantangan lingkungannya, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang peduli, inovatif, dan menjadi penggerak pembangunan Kota Bekasi.(adv/*)