RADARBEKASI.ID, BEKASI – Kekhawatiran masyarakat terhadap semakin mudahnya anak-anak dan remaja mengakses berbagai konten negatif di media sosial menjadi salah satu isu yang mengemuka dalam agenda Anggota DPRD Kota Bekasi Alimudin, di RW 023, Kelurahan Mustika, Kecamatan Mustikajaya.
Di tengah derasnya arus digital, banyak orang tua mengaku kesulitan mengawasi aktivitas anak saat menggunakan telepon pintar.
Tidak sedikit warga yang menilai media sosial kini tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang penyebaran berbagai konten yang dinilai bertentangan dengan nilai agama, budaya, dan norma sosial. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi pola pikir serta perilaku generasi muda apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Menanggapi keresahan itu, Alimudin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga ketahanan moral generasi muda. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga lingkungan tempat tinggal.
“Dalam beberapa tahun terakhir kita melihat tantangan yang dihadapi keluarga semakin berat. Orang tua tidak hanya mendidik anak di rumah, tetapi juga harus menghadapi derasnya arus informasi di media sosial yang masuk tanpa batas. Karena itu, semua pihak harus hadir memberikan perlindungan kepada generasi muda,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan perlunya kewaspadaan terhadap maraknya konten yang berkaitan dengan Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT) di media digital. Menurutnya, berdasarkan informasi yang pernah disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bekasi, persoalan tersebut perlu menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.
“Bahkan Kota Bekasi pernah mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait persoalan ini. Jangan sampai kita baru bergerak ketika dampaknya sudah meluas. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat,” katanya.
Sebagai solusi, Alimudin mendorong Pemerintah Kota Bekasi memperkuat program pendidikan karakter di sekolah, memperluas literasi digital bagi orang tua dan pelajar, mengaktifkan kembali pembinaan kepemudaan di tingkat RT dan RW, serta meningkatkan kegiatan keagamaan dan sosial sebagai ruang positif bagi remaja.
“Anak-anak membutuhkan ruang untuk berkembang secara sehat. Jika lingkungan mampu menyediakan kegiatan yang positif, mereka tidak akan mudah terpengaruh oleh konten yang merusak. Karena itu saya akan mendorong agar program pemberdayaan pemuda, pendidikan karakter, dan literasi digital menjadi bagian dari prioritas pembangunan daerah,” tegasnya.(adv/*)











