Berita Bekasi Nomor Satu

Andalkan Senter untuk Penerangan, Relawan GAN Periksa Kesehatan Ratusan Warga Dusun Ratesuba hingga Malam

Relawan GAN melakukan pemeriksaan kesehatan dengan mengandalkan penerangan senter di Dusun Ratesuba 1, Desa Kebirangga Tengah, Kecamatan Maokaro. FOTO: ARIFIN/METROPOLITAN

RADARBEKASI.ID, ENDE – Setelah dari pengungsian warga Dusun Niaiba, Dusun Niaiba, Desa Kebiranga, Kecamatan Maokaro, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, tim relawan Gerakan Anak Negeri langsung bergerak ke lokasi lain untuk melakukan pemeriksaan medis warga terdampak gempa NTT.

Lokasi kedua yang menjadi sasaran berada di Dusun Ratesuba 1, Desa Kebirangga Tengah, Kecamatan Maokaro. Desa tetangga dari tempat pertama.

Relawan tiba pukul 15.30 WITA, Minggu, 23 Agustus 2026. Hanya selang beberapa saat, warga langsung memenuhi halaman kantor desa. Mereka antre untuk memeriksakan diri dengan dokter dan perawat Gerakan Anak Negeri.

Ahli pijat Cimande yang turut serta dalam gerakan kemanusian ini juga jadi primadona. Warga bersabar menunggu gantian dipijat, bahkan hingga malam hari karena saking banyaknya yang ingin mendapat penanganan medis.

BACA JUGA: Relawan GAN Periksa Kesehatan 248 Warga Terdampak Gempa NTT di Desa Kebirangga, Terdeteksi ISPA hingga Asam Urat

Masalahnya, listrik di wilayah tersebut mati. Tim medis harus menggunakan headlamp dan senter demi untuk bisa memeriksa warga yang sejak hari pertama pasca-gempa belum mendapat pemeriksaan kesehatan.

Antusiasme warga begitu tinggi. Tim dokter dan perawat melayani 128 warga yang terdiri dari 98 perempuan dan 30 laki-laki. Mayoritas warga mengeluhkan ispa dan demam. Sementara ahli pijat Cimande melayani 20 pasien.

Beberapa pasien yang masih ingin memeriksakan kesehatan bahkan dijadwal di hari selanjutnya lantaran kondisi tim medis dah ahli pijat yang mulai kelelahan.

Ira, bidan Puskesdes yang turut mendampingi pemeriksaan mengaku wilayahnya baru terjangkau relawan medis dari Gerakan Anak Negeri sejak gempa NTT terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu.

Ia sangat senang karena akhirnya warga bisa memeriksakan kesehatan dengan dokter secara langsung dan diberi obat.

“Ini yang pertama (pemeriksaan kesehatan oleh relawan dokter). Masih banyak yang mau tapi waktunya tidak cukup. Mudah-mudahan besok bisa dilanjut,” ujar Ira.

Selesai menangani warga, tim bermalam di halaman Kecamatan Maokaro.

Gempa Susulan Masih Terjadi

Saat bermalam, gempa susulan terjadi pada malam hari saat tim sedang merapikan obat-obatan untuk persiapan pelayanan esok hari. Meski berlangsung singkat, gempa tersebut sangat terasa dan cukup membuat panik.

Tim lalu memutuskan tidur di tenda darurat di halaman kecamatan. Langkah tersebut sebagai bentuk antisipasi agar terhindar dari risiko runtuhnya bangunan akibat gempa susulan jika tidur di dalam ruangan.

Saat mata masih terpejam sekira pukul 4.20, gempa susulan kembali terjadi dan getarannya begitu terasa. Beberapa di antara kami terbangun akibat guncangan.

Kondisi di luar tenda masih gelap. Karena terlanjur terbangun, relawan memilih melakukan aktivitas lain. Ada yang mencuci baju, ada juga yang merapikan perlengkapan untuk persiapan melanjutkan perjalanan menjangkau wilayah-wilayah lain terdampak gempa NTT. (Arifin/Metropolitan)