Oleh. Achmad Muwafi, Lc
RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bagi setiap muslim rumah bukanlah sekedar tempat tinggal, tempat untuk bernaung dan berlindung dari panas dan hujan, tetapi rumah merupakan sarana ibadah, sebagai pusat pendidikan (madrasah) pertama bagi keluarga untuk mempelajari pendidikan agama dan moral secara menyeluruh.
Rumah juga sebagai sarana untuk mewujudkan ketentraman (sakinah), kasih sayang (mawaddah) serta penuh rahmat. Di dalam Al-Quran Allah SWT berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu merasa tentram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih sayang dan rahmat.” (QS. Ar-Rum ayat 21)
BACA JUGA : Menko Zulhas Ajak Warga Bekasi Pilah Sampah dari Rumah: Itu Kunci Kalau Sampah Mau Selesai
Rasulullah SAW bersabda, “Jangan jadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan.” (HR. Muslim). Dalam hadits ini Nabi Muhammad SAW memberikan penekanan akan pentingnya menjadikan rumah sebagai tempat yang hidup dengan amal agama. Hendaknya setiap muslim tidak membiarkan rumah sepi dari ibadah seperti kuburan, tetapi ia senantiasa menghidupkan rumah dengan berbagai bentuk amalan ibadah seperti shalat sunnah, zikir, dan membaca Al-Quran. Karena rumah yang dihiasi dengan berbagai amalan ibadah, serta nilai-nilai Islam, akan benar-benar menjadi surga bagi seluruh penghuninya.
Banyak hadits yang menjelaskan bahwa jika ingin rumah terasa luas, nyaman dan membahagiakan penghuninya maka perbanyaklah amal ibadah di dalamnya. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya rumah akan terasa luas bagi penghuninya, dan akan dihadiri oleh malaikat, dan akan dijauhi oleh setan, dan akan banyak kebaikan di dalamnya, jika penghuninya membaca Al-Quran di dalamnya. Dan rumah akan terasa sempit bagi penghuninya, dan akan dijauhi oleh malaikat, dan akan dihadiri oleh setan, dan sedikit kebaikan di dalamnya, jika penghuninya tidak membaca Al-Quran di dalam-Nya.” (HR. Ad-Darimi)
Rasulullah SAW juga bersabda, “Terangilah rumah-rumah kalian dengan shalat dan bacaan Al-Quran.” (HR. Al-Baihaqi)
*)Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Bekasi, Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Kepala SMPIT Baitul Halim Bekasi











