RADARBEKASI.ID, BEKASI – Ramainya gelaran Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) 2026 Jilid III di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi, Minggu (30/8/2026), turut menggerakkan roda perekonomian warga.
Sejak pagi, ribuan masyarakat memadati kawasan CFD untuk menyaksikan parade budaya dan berbagai pertunjukan seni. Keramaian tersebut ikut membuka peluang bagi pedagang makanan dan minuman, pelaku UMKM, hingga penyedia jasa yang terlibat dalam kebutuhan peserta acara.
Pergerakan ekonomi juga terlihat dari kebutuhan para peserta parade, mulai dari penyewaan pakaian adat, jasa tata rias, perlengkapan pertunjukan, dokumentasi, hingga transportasi. Sementara masyarakat yang datang turut berbelanja makanan, minuman, serta berbagai kebutuhan lainnya selama berada di lokasi acara.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengatakan kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar secara langsung menciptakan aktivitas ekonomi di lingkungan sekitarnya.
“Ketika warga berkumpul, pasti ada aktivitas ekonomi yang ikut bergerak. Ada yang menyewa kostum, menggunakan jasa rias, membeli makanan, minuman sampai produk UMKM. Artinya, keramaian ini juga membawa rezeki bagi warga,” ujar Tri.
Menurutnya, kegiatan di ruang publik harus memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.
“Kita ingin kegiatan seperti ini manfaatnya dirasakan banyak pihak. Seniman punya panggung, anak-anak punya ruang berkarya, masyarakat punya hiburan, dan pedagang juga mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan pendapatannya,” katanya.
Salah seorang pedagang makanan di sekitar CFD, Dedi (41), mengaku jumlah pembeli meningkat dibandingkan hari biasanya.
“Dari pagi sudah ramai. Banyak yang habis lihat parade kemudian beli minum atau sarapan. Hari ini lumayan ramai,” ujarnya.
Kondisi serupa dirasakan sejumlah pelaku usaha yang menyediakan kebutuhan peserta parade. Kehadiran ratusan peserta dari berbagai kontingen membuat permintaan terhadap kostum, jasa tata rias, serta perlengkapan pertunjukan ikut meningkat.
PNBK Jilid III menjadi salah satu contoh bahwa kegiatan budaya tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menciptakan efek berantai bagi perekonomian. Manfaatnya dirasakan mulai dari pelaku seni, pekerja kreatif, hingga pedagang dan UMKM di sekitar lokasi kegiatan. (*)











