Berita Bekasi Nomor Satu

Tanggul Kali Bekasi Segera Dilanjutkan, 12 Bangunan di PML Diminta Bongkar Mandiri

Bangunan di bantaran Kali Bekasi kawasan Pondok Mitra Lestari. FOTO: DOKUMEN/RADAR BEKASI 

RADARBEKASI.ID, BEKASI — Pemerintah Kecamatan Bekasi Selatan mulai menyosialisasikan rencana penertiban 12 bangunan di bantaran Kali Bekasi, kawasan Perumahan Pondok Mitra Lestari (PML). Penertiban dilakukan untuk mendukung pembangunan lanjutan tanggul sepanjang 150 meter guna mengantisipasi banjir.

Surat pemberitahuan kepada pemilik atau penghuni bangunan mulai disebarkan pada Rabu (2/9/2026). Mereka diminta membongkar bangunan secara mandiri sebelum pembangunan tanggul dilakukan.

Camat Bekasi Selatan, Karya Sukmajaya, mengatakan keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi bersama sejumlah kelurahan dan perangkat daerah terkait pada Selasa (1/9/2026). Rapat itu menindaklanjuti rekomendasi Komisi II DPRD Kota Bekasi.

Pihak kecamatan juga telah menerima surat balasan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi mengenai status lahan di lokasi tersebut.

“Kemudian langkah-langkah kita bersama tim menyepakati bahwa kita akan memberikan surat pemberitahuan kepada yang menempati bangunan untuk membongkar mandiri, besok akan kami terbitkan,” ungkapnya, Selasa (1/8/2026).

Menurut Karya, Kecamatan Bekasi Selatan sebelumnya beberapa kali mengikuti rapat Komisi II DPRD Kota Bekasi bersama warga PML. Dalam pertemuan tersebut, warga meminta pembangunan tanggul sementara segera dilakukan untuk mengurangi risiko banjir.

“Memang ada dari masyarakat mengusulkan pembangunan tanggul sementara untuk mengantisipasi agar tidak terjadi banjir,” ucapnya.

Data kecamatan mencatat terdapat 12 bangunan di pinggir Kali Bekasi yang berada di area rencana pembangunan tanggul. Penertiban diperlukan agar lahan tersebut dapat disiapkan untuk pembangunan.

Pembangunan tanggul rencananya dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC). Namun, pekerjaan baru dapat dimulai setelah kondisi lahan dinyatakan siap.

“Rencana pembangunan tanggul itu oleh BBWSCC anggarannya, dan BBWSCC akan membangun tanggul itu apabila kondisi lapangan sudah Clear,” tambahnya.

Sebelumnya, warga PML mendesak pembangunan tanggul segera dilakukan pada area yang belum memiliki tanggul. Mereka khawatir banjir terus mengancam permukiman selama pembangunan tanggul belum rampung. (sur)