Berita Bekasi Nomor Satu

Hilang di Selat Sunda, Keluarga Jurnalis iNews Yudhistoro di Bekasi Menanti dalam Doa

DOA BERSAMA: Keluarga dan kerabat jurnalis iNews Yudhistoro Pranoto menggelar doa bersama di kediaman orangtuanya di Bintara Jaya, Bekasi Barat, Kota Bekasi, Rabu (16/9). Doa dipanjatkan di tengah pencarian Yudhistoro yang memasuki hari kesembilan setelah hilang bersama empat jurnalis dan tiga kru kapal di perairan Selat Sunda. FOTO: RAIZA SEPTIANTO/RADAR BEKASI

RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sembilan hari sudah keluarga menanti kabar Yudhistoro Pranoto. Jurnalis iNews itu hilang bersama empat wartawan lainnya dan tiga kru kapal saat menjalankan tugas jurnalistik di perairan Selat Sunda. Di rumah orang tuanya di Bintara Jaya, doa terus dipanjatkan. Seperti apa suasana penantian keluarga Yudhistoro?

Rabu (16/9) pagi, suasana di rumah Juliasih (71) di Jalan Antara Raya 2 Nomor 33, Bintara Jaya, Bekasi Barat, Kota Bekasi, terasa berbeda.

Keluarga dan kerabat berkumpul. Bukan untuk sebuah perayaan, melainkan memanjatkan doa bagi Yudhistoro Pranoto, jurnalis iNews yang hingga kini belum ditemukan.

Sembilan hari telah berlalu sejak Yudhistoro bersama empat jurnalis lainnya dan tiga kru kapal hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Hari-hari yang biasanya diisi aktivitas keluarga kini berubah menjadi penantian kabar dari lokasi pencarian.

Di rumah tersebut, keluarga menggelar doa bersama. Mereka berharap proses pencarian yang masih dilakukan tim SAR gabungan membuahkan hasil terbaik.

Juliasih yang merupakan ibu Yudhistoro mengatakan, doa menjadi salah satu ikhtiar yang kini dapat dilakukan keluarga.

“Hari ini kita berdoa bersama semoga Tuhan memberi yang terbaik, siapa tahu ada mukjizat dari Allah,” kata Juliasih.

Bagi keluarga, ketidakpastian selama sembilan hari bukan perkara mudah. Namun, Juliasih mengaku berusaha menerima segala kemungkinan yang terjadi.

Ia mengatakan keluarga tidak dapat melawan takdir dan hanya bisa menyerahkan proses pencarian kepada tim yang masih berada di lapangan.

“Kita tidak bisa melawan takdir Allah, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Kita hanya bisa berdoa, kalaupun memang bisa diselamatkan syukur Alhamdulillah,” tuturnya.

Harapan untuk menemukan Yudhistoro masih ada. Di sisi lain, keluarga juga mulai menyiapkan hati terhadap kemungkinan terburuk apabila proses pencarian tidak menemukan hasil.

“Kalaupun tidak, kami keluarga ikhlas,” ucap Juliasih.

Keluarga juga tidak berencana kembali mendatangi lokasi pencarian di perairan Selat Sunda. Kondisi di lokasi menjadi salah satu pertimbangan.

Bukan berarti keluarga berhenti berharap. Mereka memilih menyerahkan proses tersebut kepada tim SAR yang masih bekerja melakukan pencarian.

“Kalau untuk datang kembali ke sana, kemungkinan tidak ya, karena kondisinya tidak memungkinkan. Kami serahkan semua kepada tim yang sudah bekerja di sana,” katanya.

Sementara itu, operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal masih berlangsung. Tim SAR gabungan terus menyisir wilayah perairan Selat Sunda untuk mencari keberadaan mereka.

Operasi pencarian sebelumnya telah diperpanjang selama tiga hari dan dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (17/9).

Bagi keluarga Yudhistoro, setiap hari yang berlalu menjadi penantian panjang. Tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu kabar dari tim di lapangan dan terus memanjatkan doa.

Di rumah itu, nama Yudhistoro masih menjadi bagian dari setiap percakapan. Sembilan hari berlalu tanpa kabar, tetapi doa keluarga belum berhenti.

Sebab, di tengah pencarian yang masih berlangsung, keluarga masih menunggu satu hal yang paling mereka harapkan: kabar tentang Yudhistoro. (rez)