RADARBEKASI.ID, BEKASI – Sebanyak 190 unit becak listrik (pedicab) bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk masyarakat Kabupaten Bekasi siap disalurkan pada Oktober 2026. Seluruh unit hasil inovasi PT Pindad (Persero) itu telah menjalani pengujian teknis dan dinyatakan dalam kondisi baik.
Kepastian tersebut diperoleh setelah tim teknis Pindad melakukan pemeriksaan sejak Selasa (22/9/2026) hingga Rabu (23/9/2026) dini hari. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh unit dalam kondisi prima setelah proses pengiriman.
“Alhamdulillah tidak ditemukan hal-hal yang kejanggalan atau kerusakan. Semuanya berjalan lancar,” ujar Marketing Leader Pindad wilayah Kabupaten Bekasi, Tedi Handayana, Rabu (23/9/2026).
Selain pemeriksaan unit, Pindad kini mengintensifkan edukasi dan test drive bagi calon penerima. Pelatihan dinilai penting karena sebagian besar penerima merupakan penarik becak berusia lanjut yang selama ini terbiasa menggunakan becak konvensional.
“Ada beberapa yang kesulitan. Kesulitannya mungkin karena orangtua, ada beberapa yang tidak bisa menggunakan motor. Dia hanya becak biasa, mengayuh becak manual,” katanya.
Dalam pelatihan, calon penerima diajarkan cara mengoperasikan tuas gas (handle), perawatan komponen dasar hingga penggunaan baterai secara efisien. Menurut Tedi, pengoperasian becak listrik membutuhkan masa adaptasi karena menggunakan sistem penggerak elektrik.
“Adaptasi dari mengendalikan handling becak dengan tenaga elektrik ini,” katanya.
Berdasarkan hasil pengujian, becak listrik tersebut memiliki daya jelajah sekitar 20 hingga 30 kilometer dalam kondisi baterai penuh. Namun, jarak tempuh dapat berubah bergantung pada kondisi jalan dan gaya berkendara. Untuk medan menanjak atau tidak rata, jarak tempuh diperkirakan sekitar 15 hingga 20 kilometer.
“Untuk jarak tempuh, baterai dari kondisi full sampai dengan kondisi 0 persen itu bisa sampai 20 sampai 30 kilometer, tergantung kondisi jalannya. Kalau kondisi jalannya naik-turun, tidak flat, itu sekitar 15 sampai 20 kilometer,” terang Tedi.
Seorang calon penerima, Otong (65), mengaku siap menggunakan becak listrik tersebut saat bantuan disalurkan Oktober mendatang. Penarik becak asal Kecamatan Sukatani itu telah mengikuti sejumlah pelatihan setelah sekitar 30 tahun mengandalkan becak konvensional untuk mencari nafkah.
“Alhamdulillah, bisa (ngoperasiin becak listrik). Awalnya kagok sekarang udah lancar,” tutur Otong. (ris)











