RADARBEKASI.ID, BEKASI – Bersama-sama dengan orang-orang yang jujur dalam ucapan, perilaku dan perbuatan merupakan seruan dari Allah SWT kepada orang-orang yang beriman. agar mereka tetap istikamah dalam kebenaran, serta terhindar dari kebiasaaan kebiasaan yang buruk.
Di dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan bersamalah kami dengan orang-orang yang benar (jujur).” (QS. At-Taubah ayat 119)
Tentang ayat ini, Imam Ibnu katsir menjelaskan, “Jujurlah kalian dan tetaplah kalian pada kejujuran, niscaya kalian akan selamat dari kebinasaan serta menjadikan kalian jalan keluar dari urusan kalian.”
Imam Al-Baihaqi meriwayatkan suatu hadits dari Rasulullah SAW, bahwa beliau SAW bersabda, “Sesungguhnya kejujuran itu menuntun kepada kebajikan, dan kebajikan itu menuntun ke pada surga. Sesungguhnya seseorang akan berlaku jujur sampai ia ditulis di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan sesungguhnya kedustaan itu menuntun kepada kejahatan, dan kejahatan itu menuntun ke neraka. Sesungguhnya seseorang itu berlaku dusta sehingga ia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan betapa pentingnya berlaku jujur, karena kejujuran merupakan kunci kebahagiaan dan keselamatan serta jalan menuju segala bentuk kebaikan yang akan mengantarkan seorang muslim ke dalam surga. Sebaliknya, perbuatan dusta (kebohongan) adalah sumber segala kerusakan dan kebinasaan.
Ibnu Mas’ud ra. berkata, “Dusta itu tidak boleh dilakukan, baik dalam keadaan sengguhan maupun dalam keadaan bercanda. Ali bin Abi Thalib ra. berkata, “Orang-orang yang berkata jujur, maka akan mendapatkan tiga hal: kepercayaan, cinta, dan rasa hormat.(*)
*)Penulis adalah Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ulum Bekasi, Pengurus Pusat Ikatan Dai Indonesia (IKADI), Kepala SMPIT Baitul Halim Bekasi











